Cinta Tak Harus Mainstream
Siang itu aku kembali menginjakkan kaki di tanah air lagi,banyak hal yang berubah sejak aku meninggalkannya beberapa tahun yang lalu.Kicauan burung yang menjadi merdu,suara hembusan angin yang sudah tak lagi fals,pohon-pohon yang mulai tumbuh dewasa.Tetapi ada hal yang tetap tak berubah,yaitu cewek yang kukagumi.Dia yang kuperhatikan diam-diam saat pelajaran berlangsung,dia yang tak pernah capek setiap malam muncul dalam pikiranku,dan dia yang tak bisa kuceritakan satu persatu karena nanti bisa-bisa cerpen ini berubah jadi cerpan.Tetapi seperti sudah kodrat alam bahwa cewek cantik itu pasti banyak yang menyukai,dan tentu saja memiliki kekasih."Cinta tak harus memiliki" begitulah ungkapan di film-film yang selalu jadi motivasi diriku setiap melihatnya bersama cowok lain walaupun dalam hati berkata "semoga mereka cepat putus" atau "semoga cepat disadarkan bahwa pilihannya salah",tapi aku tetap harus pura-pura tegar agar terlihat sebagai cowok yang kuat seperti manny pacquiao tapi disaat bersamaan aku juga menulis status-status galau di medsos yang setelah kini kubaca-baca lagi aku jadi tertawa karena ternyata memang alay...haha.Di saat aku sudah sedikit demi sedikit melupakannya,tiba-tiba secara tidak sengaja aku melihat ftv tentang cowok pas-pasan,culun,dan nggak banget bisa dapet cewek cantik jadi pacarnya,harapanku pun meninggi lagi untuk mengejarnya tapi tetap akhirnya sama saja ujung-ujungnya juga sakit hati lagi.Mulai saat itu aku mempercayai bahwa cinta tak harus memiliki hanyalah bullshit,sampai aku bertemu acaranya pak mario teguh yang memotivasi jones-jones seperti diriku untuk move on dan tentang jodoh terbaik,aku kemudian berfikiran bahwa mungkin cinta tak harus memiliki,karena mungkin tuhan telah
menyiapkan jodoh yang terbaik.Aku pun memutuskan untuk menunggu jodoh terbaikku,namun karena tak kunjung datang,akhirnya dia lagi dia lagi yang muncul di fikiranku hingga sekarang ini.Yah,pasti jika pak mario teguh memotivasiku pun juga akan stres,bahkan mungkin rambutnya yang minimize akan jadi gondrong ataupun model afro karena aku yang susah move-onnya.Oh iya,terlalu banyak cerita sampai aku lupa memperkenalkan diriku aku rendy(cerita ini hanya fiktif belaka,apabila ada kesamaan nama kami memohon maaf karena itu hal yang disengaja),aku anak culun yang baru pulang kuliah dan bekerja di luar negeri(sekalian buat move on juga sih).Aku ingin membangun usahaku di negriku setelah melanglang buana ke negara lain,sekalianpengen uji nyali apakah aku sudah benar-benar melupakannya atau belum.Aku belum pernah pacaran dan sekalinya suka dengan seseorang dia sudah dimiliki orang lain,padahal tampangku juga nggak jelek-jelek amat,setidaknya kata ayah dan ibuku aku ini ganteng kok.
Suara merdu girl band Apink dalam lagunya good morning baby membangunkanku kala matahari masih malu-malu menampakkan diri di langit,seperti biasa belum cuci muka ataupun gosok gigi aku langsung mengecek FBku untuk melihat kabar-kabar dari teman atau sekedar baca berita agar tidak menuruti kata mbah surip yang menyuruhku untuk tidur lagi setelah bangun.Setelah cek satu per satu tak ada yang menarik,aku mau keluar dari FB karena mata juga sudah memberitahu bahwa dirinya sudah "melek",tapi tunggu dulu.........ada status istimewa dari orang yang kukagumi,o iya aku belum memperkenalkannya tadi,sebut saja namanya "bunga".Statusnya galau,aku coba mau komentar menanyakan apa yang terjadi,namun saat tombol komentar sudah mau ku tekan dalam hatiku berkata "bukankah kau ingin melupakannya",akhirnya kuurungkan niatku untuk komentar dan sok nggak peduli sekaligus melanjutkan aktivitasku yang tertunda tadi.Tak terasa acara tv sudah didominasi adzan dan sebagian lagi iklan,pertanda waktunya buka puasa?bukan,kan belum ada iklan sirup maridjan,artinya belum bulan puasa...tapi waktunya untuk santai-santai di kamar.Semakin bersantai aku semakin teringat lagi tentang apa yang terjadi pada Bunga tadi pagi,dan walaupun setan baik terus membisikkan aku untuk melupakannya yang berarti aku tak boleh peduli lagi namun setan jahat tak kalah intens menggodaku untuk peduli dengan apa yang terjadi sekaligus membisikkan "mungkin inilah kesempatanmu peduli padanya dan membuatnya jatuh hati padamu".Arrrgggghhh,aku adu domba 2 setan itu untuk bertarung,siapa yang menang aku akan turuti perintahnya.Setelah pertarungan selama 12 ronde,akhirnya 3 juri menyatakan setan baik lah yang menang.OK,aku putuskan untuk mencari tau tentang apa yang terjadi pada bunga dan menuruti kata setan jahat tak peduli setan baik yang menggerutu,protes dll.....karena aku sudah kadung penasaran.Penyelidikan pun dimulai,aku cek satu per satu statusnya plus mencari tau dari teman-temannya,akhirnya kutemukan fakta mencengangkan....jreng jreng jreng jreng.....bahwa dia merasa tidak akan bisa bersama kekasihnya yang dulu itu untuk diajak menikah,karena memang orang tua bunga tak setuju dengan sang calon mantu yang ternyata berandalan,rasanya pengen joget-joget sambil buka baju.hari-hari pun berlalu dengan lebih indah sekarang,seperti aku telah bereinkarnasi kembali.Aku pun semakin rajin mengamati aktivitasnya di FB,berharap cepat-cepat mereka putus.Dan ternyata benar bahwa keduanya memutuskan untuk berpisah karena tak punya jalan keluar lagi untuk masalah mereka,setelah itu aku mencari tau badai apa sebenarnya yang tengah melanda mereka sehingga mereka yang pacaran sejak SMA bisa putus.aw aw,dan rupanya penyebabnya adalah utang piutang keluarga bunga yang tak bisa terbayar sehingga bunga harus dijodohkan dengan sang pengutang yang tak kuketahui siapa dia,yang pasti dia bukan datuk maringgih karena dia sudah dikontrak di cerita siti nurbaya.Aku pun mulai menyusun rencana agar pernikahan itu batal dan mulai coba mendekati gadis pujaanku,karena kesempatan ini jarang sekali muncul,mungkin 1000 tahun sekali.
Beberapa hari kemudian aku mencoba untuk bertemu dengan bunga di taman,aku pun mulai ngobrol."hai,lama nggak jumpa,makin cantik aja"kataku..."ah,bisa aja,kamu juga kok"sahut bunga..."masak aku juga cantik?"kataku.......dan begitu seterusnya basa-basinya,sampai pada poinnya,"aku denger kamu mau dijodohin ya ama orang lain"kataku...."mmm,iya sih,kok kamu bisa tau?"tanya bunga..."ya bisa lah,orang cantik kaya kamu pasti beritanya muncul di infotainment terus,jadi bener?"kataku..."iya sih"kata bunga..."terus emank kamu mau"kataku..."ya nggak lah sebenernya,tapi mau gimana lagi"jawab bunga..."oh,jadi kamu masih mengharapkan pacarmu yang dulu"tanyaku..."pastinya,tapi ya mungkin memang belum jodoh,gimanapun kan kami sudah berhubungan dari SMA,pasti banyak kenangan yang tidak bisa kami lupakan gitu aja"jawab bunga..."mmm,seandainya kamu nggak jadi nikah dengan rentenir itu tapi kamu juga dapat pria lain selain mantan kekasihmu itu kamu mau,nggak?"tanya aku..."ha,maksudnya?"tanya balik bunga..."ng..nggak kok lupain aja"jawabku...sampai akhirnya tak terasa waktu sudah sore hari,aku pun mengantarkannya pulang.Dirumahnya aku ngobrol-ngobrol dengan bapaknya bunga begitu akrab,seperti bapak dan anak.Langit sudah gelap aku memutuskan untuk pamit pulang dan berjanji akan kembali lagi kapan-kapan.Sesampainya di rumah aku mulai berfikir keras dan mengingat-ingat obrolanku dengannya tadi,kemudian aku putuskan untuk melakukan sesuatu.Oke aku akan mulai bergerak,apapun resikonya yang terpenting mungkin aku bisa buat bahagia untuknya(versiku,entah apakah versinya juga bahagia).Aku pun menemui sang rentenir,sebut saja namanya datuk maringgih KW,aku lunasi hutangnya dan menyuruhnya untuk tak mendekati bunga lagi."ingat kakek genit,hutang sudah aku lunasi semua,jadi jangan tunjukkan mukamu yang keriput itu lagi di depan bunga dan keluarganya lagi,oke!"kataku menyuruh si datuk KW...."hahai,baiklah anak muda,tenang saja,cadangan calon istriku masih banyak,jadi tak usah khawatirkan tentang itu"jawab datuk KW..."masih banyak,maksudmu?"tanyaku penasaran..."hahai,aku sudah menginvestasikan uangku untuk membeli calon istri,ya caranya seperti itu,aku utangi keluarganya,kalau nggak bisa bayar ya sudah nikah ma aku"jawab si datuk KW lagi..."uh uh uh,inget umur kek,mending investasi buat beli tanah buat calon kuburan kakek nanti"kataku lagi..."lhoh lhoh lhoh,kenapa kamu seperti nggak terima begitu,kalo memang kamu pengennya gitu ya kakek nggak masalah,asal kamu juga bayarin utang-utang keluarga mereka"kata si datuk KW lagi..."iya juga sih,kek.yang penting jangan bunga aja deh,kek.Emang buat apa sih kek koleksi istri?"tanyaku lagi..."lhoh,ini kan juga demi anak-anakku kelak"jelas si datuk KW..."aku nggak paham,kek.Gimana ya maksudnya?"tanyaku semakin penasaran..."ya kan surga di telapak kaki ibu,semakin banyak ibunya maka semakin banyak pula surganya buat anak-anakku kelak"jelas lagi si datuk KW..."wah,kakek ini ternyata sayang anak juga ya"jawabku dengan sedikit kesal..."apa kamu kekasihnya,nak?"tanya datuk KW..."anu,bukan kok kek aku cuma pengagumnya saja"jawabku dengan malu-malu..."trus ngapain kamu musti bayarin hutangnya yang segitu banyak kalo nggak bisa memilikinya?"tanya lagi si kakek..."bener juga ya kek,mungkin setelah ini aku akan memilikinya,tapi aku sadar aku akan jadi orang jahat karena memaksanya,itu resikonya"jawabku dengan tegas..."bener itu,orang-orang yang katanya sayang kepadanya aja nggak bisa berbuat apa-apa,kamu yang pantas mendapatkannya,masalah suka tinggal tunggu waktu saja,seperti yang kakek alami beberapa kali ini"jelas si datuk KW...Aku pun pamitan pulang setelah mendengar banyak nasihat dan penjelasan dari si datuk KW kolektor istri,satu hal yang dapat kusimpulkan bahwa tak apa aku jahat,yang penting cinta harus
memiliki.
Tok tok,suara ketukanku di pintu terdengar sampai ke dalam rumah.Sang pemilik rumah pun membukakan pintu dengan senyum di wajahnya...."eh,nak rendy,ada angin apa ini kok tiba-tiba datang kesini lagi"sapa ibunya bunga...."ah,ibu,ibu bosen ya liat muka saya?"tanyaku..."ya nggak lah,malah ibu seneng kalo kamu dateng bapak ada temen ngobrol"jawab ibu..."oh iya bu,bapaknya ada?"tanyaku..."ada,tunggu sebentar ya...bapak,pak,ada nak rendy ni"panggil ibu bunga...Kemudian bapak pun datang,kami bertiga ngobrol tentang urusan utang piutang mereka yang telah kulunasi,sampai secara tak sengaja bunga menguping pembicaraan kami setelah dia membuatkan minum untukku."kurang ajar si rendy,dia coba manfaatin kesempatan ini untuk mendapatkanku"kata bunga dalam hati.setelah beberapa jam berbincang,aku pulang walaupun tanpa melihat bunga,padahal dia tadi ada di rumah."mungkin dia main ke rumah temennya"pikirku...setelah ayah dan ibu bunga masuk ke dalam rumah,tiba-tiba bunga muncul di depanku..."jangan pikir kamu bisa dapetin aku walaupun kamu udah bayarin hutang kami,anggap saja itu sebagai hutang juga yang akan aku bayar suatu saat nanti"kata bunga dengan penuh emosi..."bisa apa kamu,kalau kamu bisa bayar seharusnya kamu ya bayar hutang itu dari dulu,tapi nyatanya nggak bisa kan,udahlah terima aja kenyataan kalau kamu tuh jodoh aku"kataku sambil tersenyum jahat..."jahat kamu,kamu tau nggak aku dulu tu kasianin kamu,biar kamu nggak drop sebagai anak mami ketika kutolak cintamu,aku pura-pura baikin kamu,pura-pura jadi TTMmu supaya kamu nggak frustasi dan bunuh diri,tapi apa sekarang balasannya,kamu malah giniin aku,oke fine kalau kamu nyelametin aku dari si kakek tua itu,tai aku lebih nggak suka caramu yang terkesan memanfaatkan situasi,aku nggak nyangka kamu bisa selicik ini"kata bunga sampai meneteskan air mata..."aku udah tau itu kok,kalau kamu cuma kasian sama aku,tanpa kamu jelasin langsung pun aku juga tau kalau sikapmu itu bukan sikap orang yang mencintai seseorang,selain itu alasan kenapa kamu marah padaku pasti karena kamu berharap kekasihmu yang payah itu jadi pahlawan di saat akhir dan mengatakan 'stop' saat penghulu bilang'bagaimana saksi,sah?' lalu membayar utang-utangmu sampai lunas,iya kan"jelasku..."aku nggak akan mengharapkan hal yang konyol seperti itu terjadi,bila tak bisa bersamanya aku masih punya cara sendiri,aku akan bunuh diri,dan tak perlu menikah dengan siapapun,toh hidup ataupun mati sama aja,jadi lebih baik ambil saja uangmu itu,aku tak pernah menjual diriku untukmu"kata bunga lagi..."itu jadi aneh ketika dulu kamu mengatakan bahwa cinta tak harus memiliki,sekarang aku hanya mempraktekkan kata-katamu waktu menolakku dulu"terangku..."ah,terserah lah,aku nggak mau denger apapun lagi darimu,orang licik"kata bunga lalu pergi meninggalkanku.Walaupun mendapat tentangan darinya aku tetap jalan terus dengan rencanaku karena aku tau itu yang terbaik untuk semuanya
Setelah pertemuan denganku tadi,bunga kemudian menelfon pacarnya yang bernama herman untuk menjelaskan apa yang telah terjadi barus saja...."aku nggak nyangka ternyata rendy ngerencanain semua
ini,yang"kata bunga sambil menangis di telfon..."rendy?rendy si culun itu?si anak mami itu?sialan dia,udah punya nyawa berapa dia sudah berani mau merebut kamu dari aku?tenang yang itu nggak akan terjadi,
aku nggak mungkin tinggal diam"kata kekasih bunga..."tapi,yang..kamu udah kumpulin uang belum sih buat kita kawin lari?tanya bunga..."maaf,yang kerjaan lagi sepi ni jadi kayaknya kamu sabar dulu aja ya! o iya yang,pulsaku udah mau abis ni,bensin motorku juga udah sekarat,kamu beliin dulu ya,ntar kapan-kapan aku ganti deh"kata herman..."ah,kamu tuh apaan sih dikit-dikit minta uang,motor juga udah aku pinjemin masak bensin aja juga musti aku yang beli"kata bunga..."ayolah yang,ntar aku ganti deh kalo job lagi rame"minta herman..."au ah,pusing aku banyak masalah malah kamu ngerengek terus minta ini itu,kamu juga bilang dari dulu bilang mau ganti,tapi sampai daus mini nambah tingginya 1cm tetep aja nggak diganti-ganti,udah lah mau tidur dulu"jawab bunga...tut tut tut,suara telfon diputus oleh bunga."Sialan,ini semua gara-gara si culun"kata herman dalam hatinya...Keesokan harinya aku jalan-jalan mencari udara segar,namun ketika akan berjalan pulang ada segerombolan orang dengan motor,aku pikir mereka cabe-cabean karena ada yang naik motor bertiga lalu ada yang mainan hp juga waktu dibonceng,tapi setelah aku liat-liat ternyata mereka adalah laki-laki semua..."hei culun,berhenti"teriak salah seorang gerombolan yang ternyata adalah herman..."hai juga orang keren,aku sudah berhenti kok"jawabku..."kampret,kenapa malah lu jawab?"tanya herman..."ntar kalo nggak kujawab dibilang sombong,lupa temen,walaupun aku juga nggak kenal kamu sih dulu"jawabku..."aaahhh,nggak usah panjang lebar,kalo panjang bibirnya siapaaaa????"tanya herman...."bibirnya si bos"jawab anak buah herman dengan kompak...."kalau lebar bibirnya siapa???"tanya herman lagi..."bibirnya si bos"jawab anak buah herman dengan kompak lagi..."heh,kenapa gua,harusnya si culun"kata herman..."hajaaaaaaarrrrr"perintah herman pada anak buahnya...lalu semua orang yang ada disitu pun menghajar dan mengeroyokku.Aku diantara sadar dan tak sadar,lalu ku mendengar suara tawa riang..."haha,hei culun,makanya nggak usah sok jagoan,nggak usah sok jadi pahlawan,bunga nggak akan pernah suka ma pecundang kaya lo"kata herman sambil tertawa..."hehehe,mungkin aku memang pecundang,tapi orang yang mengeroyok seorang pecundang aku tak tau harus menyebutnya apa,kamu punya ide?"kataku sambil tersenyum..."kurangajar,gue dah kasianin lu biar lu tetep hiduptapi lu malah ngelunjak,oke,hajar dia lagi"kat herman...walaupun sempat ragu karena melihat kondisiku yang sudah amat parah,akhirnya anak buah herman tetap mengeroyokku hingga aku tak tau apakah aku masih ada di
dunia ini atau sudah berada di surga.Aku hanya bisa tertidur,ya tidur,adalah hobiku,entah sampai kapan aku tertidur,tapi aku suka tidur,aku selalu benci ketika dibangunkan waktu tidur,aku selalu berpikir kapan aku
bisa tidur lama,itulah cita-citaku,mungkin sekarang impianku itu telah tercapai,tak akan ada yang membangunkanku lagi,tak akan ada yang mengganggu tidurku lagi,tak akan ada yang menghentikan mimpiku lagi,hehe.
Aku tunggu tetapi dunia masih gelap,hingga tiba akhirnya semua jadi terang.lalu dalam hatiku bertanya "sudahkah aku sampai di alam lain?kenapa tidak ada antrian orang yang mau ke surga atau neraka?".Namun tiba-tiba kudengar suara yang sepertinya tak asing bagiku,mungkinkah itu suara tuhan.Oh bukan,ternyata itu suara ibunya bunga.Ha,suara ibunya bunga?jadi aku dibangunkan lagi dari tidurku?omegod,lagi-lagi ada yang mengintervensi tidurku."nak rendy,syukurlah nak rendy sudah bangun"kata ibunya bunga..."iya bu,kenapa bisa aku ditempat ini,bu?perasaanku tadi aku cuma tertidur dengan sangat pulas?tanyaku pelan setelah penutup mulut dilepas..."nak rendy tadi dibawa warga kesini,aku dan bapak datang menjenguk,kata warga nak rendy dikeroyok geng,apa itu benar?"tanya ibunya bunga...sebelum aku menjawab kulihat disana ada bunga dengan wajah juteknya seperti biasa,ketika aku mau menjawab..."biar aja,bu.Itu pelajaran dari mas herman buat orang licik yang sok mau jadi pahlawan,mending jadi pahlawan bertopeng bisa masuk tv"sahut bunga...mendengar hal itu ibunya bunga lalu menarik bunga keluar kamar."kenapa sih kamu begitu benci sama nak rendy?"tanya ibunya bunga..."biarin aja lah,bu.Dia itu orang yang sok mau jadi pahlawan,aku nggak pernah minta bantuannya,tapi dia datang tiba-tiba,lalu caper pada bapak ma ibu buat ngedapetin aku"kata bunga..."kamu itu jangan ngomong sembarangan ya,memang benar kalau nak rendy yang membayar utang kita tapi ada rahasia yang sebenarnya nggak boleh kamu ketahui,tapi karena kamu udah keterlaluan sama nak rendy"kata ibunya bunga dengan berapi-api..."rahasia,rahasia apa maksud ibu?tanya bunga..."baiklah ibu akan katakan,sebenarnya nak rendy membayar hutang kita tanpa pamrih,dia tidak pernah meminta untuk menikahimu atau semacamnya,dia cuma meminta kami untuk merestuimu dengan si baj*ng*n herman itu,nak rendy tau kalau kami tak merestui hubungan kalian,pertama kami tak setuju tapi nak rendy terus menjelaskan dan memoho kepada bapak dan ibu untuk merestuimu dengan herman,akhirnya kami luluh dan menyetujuinya,tapi waktu itu kamu menguping kami kan,dan kamu taunya cuma nak rendy yang membayar hutang"jelas ibunya bunga..."nggak,nggak mungkin,kenapa dia musti ngerahasiain ini coba?"tanya bunga lagi..."karena dia nggak pengen dianggap pahlawan atau sok pahlawan,baginya membantumu di saat seperti itu adalah mencintaimu di balik layar,dia nggak ingin kamu tau kalau dia benar-benar peduli dan cinta denganmu,setelah ini dia rencananya mau kembali bekerja ke luar negri lagi dan melupakanmu selamanya,dia rela membayar hutang ibu dan bapak
untuk memenuhi keinginanmu yang neko-neko seperti motor,hap yang terbaru,dan lain-lain,yang sebagian malah kamu berikan pada si brengsek herman itu,padahal kamu tau kalo bapak dan ibu orang nggak punya"jelas lagi ibunya bunga..."jadi...dia"kata bunga yang kemudian menitikkan air mata.dia teringat dulu betapa dirinya menyepelekan cinta anak yang culun ini,dia yang membohonginya dengan terus memberikan harapan palsu,dan tentu saja dia yang selalu menyakitinya terus-terusan.Dia pun langsung bergegas menuju kamar rendy di rumah sakit lagi..."ren,kenapa?kenapa ren kamu musti ngerahasiain ini dari aku,kenapa kamu lakuin ini buat aku,padahal kamu tau aku cuma ngasih harapan palsu ke kamu,nggak pernah peduli sama kamu"kata bunga sambil menangis tersedu-sedu..."kamu ni ngomong apa?kepalaku pusing,nggak ngerti maksud perkataanmu"kataku dengan pelan karena menahan sakit..."udah lah ren,nggak usah akting lagi,kamu tu nggak cocok jadi orang jahat"kata bunga lagi dan kini sambil memelukku..."kamu juga,nggak usah beri harapan aku lagi degan meluk-meluk gini,nanti aku yang udah mau mati ini sehat lagi kalau kamu beri harapan lagi"kataku lagi..."biarin,biar kamu sehat lagi,aku pengen sama kamu,aku nggak mau nyia-nyiain kamu"kata bunga yang mempererat pelukannya..."aku cuma pengen tidur,dan nggak ada yang ganggu lagi dengan bangunin aku lagi,kamu doakan saja aku di surga biar ketemu bidadari-bidadari cantik,biar aku nggak jones lagi"kataku sambil tersenyum...Dan itu adalah kata-kata terakhirku,aku kemudian dinyatakan meninggal oleh dokter.Sekarang aku benar-benar merasa tak ada yang mengganggu tidur nyenyakku lagi,tapi satu hal yang belum kutemukan adalah tempat dimana bidadari berada,seperti yang dikatakan orang-orang,jangan-jangan aku kesasar ke neraka?tapi petanya bener kok,apa emang nggak ada bidadari,jadi aku harus hidup menjones lagi di dunia yang ini,biarlah,yang pasti aku tau bukannya CINTA TAK HARUS MEMILIKI tapi CINTA TAK HARUS MAINSTREAM.......................................................................TAMAT....................................................................
MOHON MAAF APABILA CERITA INI TAK BERMAKNA DAN MENYIA-NYIAKAN WAKTU ANDA
menyiapkan jodoh yang terbaik.Aku pun memutuskan untuk menunggu jodoh terbaikku,namun karena tak kunjung datang,akhirnya dia lagi dia lagi yang muncul di fikiranku hingga sekarang ini.Yah,pasti jika pak mario teguh memotivasiku pun juga akan stres,bahkan mungkin rambutnya yang minimize akan jadi gondrong ataupun model afro karena aku yang susah move-onnya.Oh iya,terlalu banyak cerita sampai aku lupa memperkenalkan diriku aku rendy(cerita ini hanya fiktif belaka,apabila ada kesamaan nama kami memohon maaf karena itu hal yang disengaja),aku anak culun yang baru pulang kuliah dan bekerja di luar negeri(sekalian buat move on juga sih).Aku ingin membangun usahaku di negriku setelah melanglang buana ke negara lain,sekalianpengen uji nyali apakah aku sudah benar-benar melupakannya atau belum.Aku belum pernah pacaran dan sekalinya suka dengan seseorang dia sudah dimiliki orang lain,padahal tampangku juga nggak jelek-jelek amat,setidaknya kata ayah dan ibuku aku ini ganteng kok.
Suara merdu girl band Apink dalam lagunya good morning baby membangunkanku kala matahari masih malu-malu menampakkan diri di langit,seperti biasa belum cuci muka ataupun gosok gigi aku langsung mengecek FBku untuk melihat kabar-kabar dari teman atau sekedar baca berita agar tidak menuruti kata mbah surip yang menyuruhku untuk tidur lagi setelah bangun.Setelah cek satu per satu tak ada yang menarik,aku mau keluar dari FB karena mata juga sudah memberitahu bahwa dirinya sudah "melek",tapi tunggu dulu.........ada status istimewa dari orang yang kukagumi,o iya aku belum memperkenalkannya tadi,sebut saja namanya "bunga".Statusnya galau,aku coba mau komentar menanyakan apa yang terjadi,namun saat tombol komentar sudah mau ku tekan dalam hatiku berkata "bukankah kau ingin melupakannya",akhirnya kuurungkan niatku untuk komentar dan sok nggak peduli sekaligus melanjutkan aktivitasku yang tertunda tadi.Tak terasa acara tv sudah didominasi adzan dan sebagian lagi iklan,pertanda waktunya buka puasa?bukan,kan belum ada iklan sirup maridjan,artinya belum bulan puasa...tapi waktunya untuk santai-santai di kamar.Semakin bersantai aku semakin teringat lagi tentang apa yang terjadi pada Bunga tadi pagi,dan walaupun setan baik terus membisikkan aku untuk melupakannya yang berarti aku tak boleh peduli lagi namun setan jahat tak kalah intens menggodaku untuk peduli dengan apa yang terjadi sekaligus membisikkan "mungkin inilah kesempatanmu peduli padanya dan membuatnya jatuh hati padamu".Arrrgggghhh,aku adu domba 2 setan itu untuk bertarung,siapa yang menang aku akan turuti perintahnya.Setelah pertarungan selama 12 ronde,akhirnya 3 juri menyatakan setan baik lah yang menang.OK,aku putuskan untuk mencari tau tentang apa yang terjadi pada bunga dan menuruti kata setan jahat tak peduli setan baik yang menggerutu,protes dll.....karena aku sudah kadung penasaran.Penyelidikan pun dimulai,aku cek satu per satu statusnya plus mencari tau dari teman-temannya,akhirnya kutemukan fakta mencengangkan....jreng jreng jreng jreng.....bahwa dia merasa tidak akan bisa bersama kekasihnya yang dulu itu untuk diajak menikah,karena memang orang tua bunga tak setuju dengan sang calon mantu yang ternyata berandalan,rasanya pengen joget-joget sambil buka baju.hari-hari pun berlalu dengan lebih indah sekarang,seperti aku telah bereinkarnasi kembali.Aku pun semakin rajin mengamati aktivitasnya di FB,berharap cepat-cepat mereka putus.Dan ternyata benar bahwa keduanya memutuskan untuk berpisah karena tak punya jalan keluar lagi untuk masalah mereka,setelah itu aku mencari tau badai apa sebenarnya yang tengah melanda mereka sehingga mereka yang pacaran sejak SMA bisa putus.aw aw,dan rupanya penyebabnya adalah utang piutang keluarga bunga yang tak bisa terbayar sehingga bunga harus dijodohkan dengan sang pengutang yang tak kuketahui siapa dia,yang pasti dia bukan datuk maringgih karena dia sudah dikontrak di cerita siti nurbaya.Aku pun mulai menyusun rencana agar pernikahan itu batal dan mulai coba mendekati gadis pujaanku,karena kesempatan ini jarang sekali muncul,mungkin 1000 tahun sekali.
Beberapa hari kemudian aku mencoba untuk bertemu dengan bunga di taman,aku pun mulai ngobrol."hai,lama nggak jumpa,makin cantik aja"kataku..."ah,bisa aja,kamu juga kok"sahut bunga..."masak aku juga cantik?"kataku.......dan begitu seterusnya basa-basinya,sampai pada poinnya,"aku denger kamu mau dijodohin ya ama orang lain"kataku...."mmm,iya sih,kok kamu bisa tau?"tanya bunga..."ya bisa lah,orang cantik kaya kamu pasti beritanya muncul di infotainment terus,jadi bener?"kataku..."iya sih"kata bunga..."terus emank kamu mau"kataku..."ya nggak lah sebenernya,tapi mau gimana lagi"jawab bunga..."oh,jadi kamu masih mengharapkan pacarmu yang dulu"tanyaku..."pastinya,tapi ya mungkin memang belum jodoh,gimanapun kan kami sudah berhubungan dari SMA,pasti banyak kenangan yang tidak bisa kami lupakan gitu aja"jawab bunga..."mmm,seandainya kamu nggak jadi nikah dengan rentenir itu tapi kamu juga dapat pria lain selain mantan kekasihmu itu kamu mau,nggak?"tanya aku..."ha,maksudnya?"tanya balik bunga..."ng..nggak kok lupain aja"jawabku...sampai akhirnya tak terasa waktu sudah sore hari,aku pun mengantarkannya pulang.Dirumahnya aku ngobrol-ngobrol dengan bapaknya bunga begitu akrab,seperti bapak dan anak.Langit sudah gelap aku memutuskan untuk pamit pulang dan berjanji akan kembali lagi kapan-kapan.Sesampainya di rumah aku mulai berfikir keras dan mengingat-ingat obrolanku dengannya tadi,kemudian aku putuskan untuk melakukan sesuatu.Oke aku akan mulai bergerak,apapun resikonya yang terpenting mungkin aku bisa buat bahagia untuknya(versiku,entah apakah versinya juga bahagia).Aku pun menemui sang rentenir,sebut saja namanya datuk maringgih KW,aku lunasi hutangnya dan menyuruhnya untuk tak mendekati bunga lagi."ingat kakek genit,hutang sudah aku lunasi semua,jadi jangan tunjukkan mukamu yang keriput itu lagi di depan bunga dan keluarganya lagi,oke!"kataku menyuruh si datuk KW...."hahai,baiklah anak muda,tenang saja,cadangan calon istriku masih banyak,jadi tak usah khawatirkan tentang itu"jawab datuk KW..."masih banyak,maksudmu?"tanyaku penasaran..."hahai,aku sudah menginvestasikan uangku untuk membeli calon istri,ya caranya seperti itu,aku utangi keluarganya,kalau nggak bisa bayar ya sudah nikah ma aku"jawab si datuk KW lagi..."uh uh uh,inget umur kek,mending investasi buat beli tanah buat calon kuburan kakek nanti"kataku lagi..."lhoh lhoh lhoh,kenapa kamu seperti nggak terima begitu,kalo memang kamu pengennya gitu ya kakek nggak masalah,asal kamu juga bayarin utang-utang keluarga mereka"kata si datuk KW lagi..."iya juga sih,kek.yang penting jangan bunga aja deh,kek.Emang buat apa sih kek koleksi istri?"tanyaku lagi..."lhoh,ini kan juga demi anak-anakku kelak"jelas si datuk KW..."aku nggak paham,kek.Gimana ya maksudnya?"tanyaku semakin penasaran..."ya kan surga di telapak kaki ibu,semakin banyak ibunya maka semakin banyak pula surganya buat anak-anakku kelak"jelas lagi si datuk KW..."wah,kakek ini ternyata sayang anak juga ya"jawabku dengan sedikit kesal..."apa kamu kekasihnya,nak?"tanya datuk KW..."anu,bukan kok kek aku cuma pengagumnya saja"jawabku dengan malu-malu..."trus ngapain kamu musti bayarin hutangnya yang segitu banyak kalo nggak bisa memilikinya?"tanya lagi si kakek..."bener juga ya kek,mungkin setelah ini aku akan memilikinya,tapi aku sadar aku akan jadi orang jahat karena memaksanya,itu resikonya"jawabku dengan tegas..."bener itu,orang-orang yang katanya sayang kepadanya aja nggak bisa berbuat apa-apa,kamu yang pantas mendapatkannya,masalah suka tinggal tunggu waktu saja,seperti yang kakek alami beberapa kali ini"jelas si datuk KW...Aku pun pamitan pulang setelah mendengar banyak nasihat dan penjelasan dari si datuk KW kolektor istri,satu hal yang dapat kusimpulkan bahwa tak apa aku jahat,yang penting cinta harus
memiliki.
Tok tok,suara ketukanku di pintu terdengar sampai ke dalam rumah.Sang pemilik rumah pun membukakan pintu dengan senyum di wajahnya...."eh,nak rendy,ada angin apa ini kok tiba-tiba datang kesini lagi"sapa ibunya bunga...."ah,ibu,ibu bosen ya liat muka saya?"tanyaku..."ya nggak lah,malah ibu seneng kalo kamu dateng bapak ada temen ngobrol"jawab ibu..."oh iya bu,bapaknya ada?"tanyaku..."ada,tunggu sebentar ya...bapak,pak,ada nak rendy ni"panggil ibu bunga...Kemudian bapak pun datang,kami bertiga ngobrol tentang urusan utang piutang mereka yang telah kulunasi,sampai secara tak sengaja bunga menguping pembicaraan kami setelah dia membuatkan minum untukku."kurang ajar si rendy,dia coba manfaatin kesempatan ini untuk mendapatkanku"kata bunga dalam hati.setelah beberapa jam berbincang,aku pulang walaupun tanpa melihat bunga,padahal dia tadi ada di rumah."mungkin dia main ke rumah temennya"pikirku...setelah ayah dan ibu bunga masuk ke dalam rumah,tiba-tiba bunga muncul di depanku..."jangan pikir kamu bisa dapetin aku walaupun kamu udah bayarin hutang kami,anggap saja itu sebagai hutang juga yang akan aku bayar suatu saat nanti"kata bunga dengan penuh emosi..."bisa apa kamu,kalau kamu bisa bayar seharusnya kamu ya bayar hutang itu dari dulu,tapi nyatanya nggak bisa kan,udahlah terima aja kenyataan kalau kamu tuh jodoh aku"kataku sambil tersenyum jahat..."jahat kamu,kamu tau nggak aku dulu tu kasianin kamu,biar kamu nggak drop sebagai anak mami ketika kutolak cintamu,aku pura-pura baikin kamu,pura-pura jadi TTMmu supaya kamu nggak frustasi dan bunuh diri,tapi apa sekarang balasannya,kamu malah giniin aku,oke fine kalau kamu nyelametin aku dari si kakek tua itu,tai aku lebih nggak suka caramu yang terkesan memanfaatkan situasi,aku nggak nyangka kamu bisa selicik ini"kata bunga sampai meneteskan air mata..."aku udah tau itu kok,kalau kamu cuma kasian sama aku,tanpa kamu jelasin langsung pun aku juga tau kalau sikapmu itu bukan sikap orang yang mencintai seseorang,selain itu alasan kenapa kamu marah padaku pasti karena kamu berharap kekasihmu yang payah itu jadi pahlawan di saat akhir dan mengatakan 'stop' saat penghulu bilang'bagaimana saksi,sah?' lalu membayar utang-utangmu sampai lunas,iya kan"jelasku..."aku nggak akan mengharapkan hal yang konyol seperti itu terjadi,bila tak bisa bersamanya aku masih punya cara sendiri,aku akan bunuh diri,dan tak perlu menikah dengan siapapun,toh hidup ataupun mati sama aja,jadi lebih baik ambil saja uangmu itu,aku tak pernah menjual diriku untukmu"kata bunga lagi..."itu jadi aneh ketika dulu kamu mengatakan bahwa cinta tak harus memiliki,sekarang aku hanya mempraktekkan kata-katamu waktu menolakku dulu"terangku..."ah,terserah lah,aku nggak mau denger apapun lagi darimu,orang licik"kata bunga lalu pergi meninggalkanku.Walaupun mendapat tentangan darinya aku tetap jalan terus dengan rencanaku karena aku tau itu yang terbaik untuk semuanya
Setelah pertemuan denganku tadi,bunga kemudian menelfon pacarnya yang bernama herman untuk menjelaskan apa yang telah terjadi barus saja...."aku nggak nyangka ternyata rendy ngerencanain semua
ini,yang"kata bunga sambil menangis di telfon..."rendy?rendy si culun itu?si anak mami itu?sialan dia,udah punya nyawa berapa dia sudah berani mau merebut kamu dari aku?tenang yang itu nggak akan terjadi,
aku nggak mungkin tinggal diam"kata kekasih bunga..."tapi,yang..kamu udah kumpulin uang belum sih buat kita kawin lari?tanya bunga..."maaf,yang kerjaan lagi sepi ni jadi kayaknya kamu sabar dulu aja ya! o iya yang,pulsaku udah mau abis ni,bensin motorku juga udah sekarat,kamu beliin dulu ya,ntar kapan-kapan aku ganti deh"kata herman..."ah,kamu tuh apaan sih dikit-dikit minta uang,motor juga udah aku pinjemin masak bensin aja juga musti aku yang beli"kata bunga..."ayolah yang,ntar aku ganti deh kalo job lagi rame"minta herman..."au ah,pusing aku banyak masalah malah kamu ngerengek terus minta ini itu,kamu juga bilang dari dulu bilang mau ganti,tapi sampai daus mini nambah tingginya 1cm tetep aja nggak diganti-ganti,udah lah mau tidur dulu"jawab bunga...tut tut tut,suara telfon diputus oleh bunga."Sialan,ini semua gara-gara si culun"kata herman dalam hatinya...Keesokan harinya aku jalan-jalan mencari udara segar,namun ketika akan berjalan pulang ada segerombolan orang dengan motor,aku pikir mereka cabe-cabean karena ada yang naik motor bertiga lalu ada yang mainan hp juga waktu dibonceng,tapi setelah aku liat-liat ternyata mereka adalah laki-laki semua..."hei culun,berhenti"teriak salah seorang gerombolan yang ternyata adalah herman..."hai juga orang keren,aku sudah berhenti kok"jawabku..."kampret,kenapa malah lu jawab?"tanya herman..."ntar kalo nggak kujawab dibilang sombong,lupa temen,walaupun aku juga nggak kenal kamu sih dulu"jawabku..."aaahhh,nggak usah panjang lebar,kalo panjang bibirnya siapaaaa????"tanya herman...."bibirnya si bos"jawab anak buah herman dengan kompak...."kalau lebar bibirnya siapa???"tanya herman lagi..."bibirnya si bos"jawab anak buah herman dengan kompak lagi..."heh,kenapa gua,harusnya si culun"kata herman..."hajaaaaaaarrrrr"perintah herman pada anak buahnya...lalu semua orang yang ada disitu pun menghajar dan mengeroyokku.Aku diantara sadar dan tak sadar,lalu ku mendengar suara tawa riang..."haha,hei culun,makanya nggak usah sok jagoan,nggak usah sok jadi pahlawan,bunga nggak akan pernah suka ma pecundang kaya lo"kata herman sambil tertawa..."hehehe,mungkin aku memang pecundang,tapi orang yang mengeroyok seorang pecundang aku tak tau harus menyebutnya apa,kamu punya ide?"kataku sambil tersenyum..."kurangajar,gue dah kasianin lu biar lu tetep hiduptapi lu malah ngelunjak,oke,hajar dia lagi"kat herman...walaupun sempat ragu karena melihat kondisiku yang sudah amat parah,akhirnya anak buah herman tetap mengeroyokku hingga aku tak tau apakah aku masih ada di
dunia ini atau sudah berada di surga.Aku hanya bisa tertidur,ya tidur,adalah hobiku,entah sampai kapan aku tertidur,tapi aku suka tidur,aku selalu benci ketika dibangunkan waktu tidur,aku selalu berpikir kapan aku
bisa tidur lama,itulah cita-citaku,mungkin sekarang impianku itu telah tercapai,tak akan ada yang membangunkanku lagi,tak akan ada yang mengganggu tidurku lagi,tak akan ada yang menghentikan mimpiku lagi,hehe.
Aku tunggu tetapi dunia masih gelap,hingga tiba akhirnya semua jadi terang.lalu dalam hatiku bertanya "sudahkah aku sampai di alam lain?kenapa tidak ada antrian orang yang mau ke surga atau neraka?".Namun tiba-tiba kudengar suara yang sepertinya tak asing bagiku,mungkinkah itu suara tuhan.Oh bukan,ternyata itu suara ibunya bunga.Ha,suara ibunya bunga?jadi aku dibangunkan lagi dari tidurku?omegod,lagi-lagi ada yang mengintervensi tidurku."nak rendy,syukurlah nak rendy sudah bangun"kata ibunya bunga..."iya bu,kenapa bisa aku ditempat ini,bu?perasaanku tadi aku cuma tertidur dengan sangat pulas?tanyaku pelan setelah penutup mulut dilepas..."nak rendy tadi dibawa warga kesini,aku dan bapak datang menjenguk,kata warga nak rendy dikeroyok geng,apa itu benar?"tanya ibunya bunga...sebelum aku menjawab kulihat disana ada bunga dengan wajah juteknya seperti biasa,ketika aku mau menjawab..."biar aja,bu.Itu pelajaran dari mas herman buat orang licik yang sok mau jadi pahlawan,mending jadi pahlawan bertopeng bisa masuk tv"sahut bunga...mendengar hal itu ibunya bunga lalu menarik bunga keluar kamar."kenapa sih kamu begitu benci sama nak rendy?"tanya ibunya bunga..."biarin aja lah,bu.Dia itu orang yang sok mau jadi pahlawan,aku nggak pernah minta bantuannya,tapi dia datang tiba-tiba,lalu caper pada bapak ma ibu buat ngedapetin aku"kata bunga..."kamu itu jangan ngomong sembarangan ya,memang benar kalau nak rendy yang membayar utang kita tapi ada rahasia yang sebenarnya nggak boleh kamu ketahui,tapi karena kamu udah keterlaluan sama nak rendy"kata ibunya bunga dengan berapi-api..."rahasia,rahasia apa maksud ibu?tanya bunga..."baiklah ibu akan katakan,sebenarnya nak rendy membayar hutang kita tanpa pamrih,dia tidak pernah meminta untuk menikahimu atau semacamnya,dia cuma meminta kami untuk merestuimu dengan si baj*ng*n herman itu,nak rendy tau kalau kami tak merestui hubungan kalian,pertama kami tak setuju tapi nak rendy terus menjelaskan dan memoho kepada bapak dan ibu untuk merestuimu dengan herman,akhirnya kami luluh dan menyetujuinya,tapi waktu itu kamu menguping kami kan,dan kamu taunya cuma nak rendy yang membayar hutang"jelas ibunya bunga..."nggak,nggak mungkin,kenapa dia musti ngerahasiain ini coba?"tanya bunga lagi..."karena dia nggak pengen dianggap pahlawan atau sok pahlawan,baginya membantumu di saat seperti itu adalah mencintaimu di balik layar,dia nggak ingin kamu tau kalau dia benar-benar peduli dan cinta denganmu,setelah ini dia rencananya mau kembali bekerja ke luar negri lagi dan melupakanmu selamanya,dia rela membayar hutang ibu dan bapak
untuk memenuhi keinginanmu yang neko-neko seperti motor,hap yang terbaru,dan lain-lain,yang sebagian malah kamu berikan pada si brengsek herman itu,padahal kamu tau kalo bapak dan ibu orang nggak punya"jelas lagi ibunya bunga..."jadi...dia"kata bunga yang kemudian menitikkan air mata.dia teringat dulu betapa dirinya menyepelekan cinta anak yang culun ini,dia yang membohonginya dengan terus memberikan harapan palsu,dan tentu saja dia yang selalu menyakitinya terus-terusan.Dia pun langsung bergegas menuju kamar rendy di rumah sakit lagi..."ren,kenapa?kenapa ren kamu musti ngerahasiain ini dari aku,kenapa kamu lakuin ini buat aku,padahal kamu tau aku cuma ngasih harapan palsu ke kamu,nggak pernah peduli sama kamu"kata bunga sambil menangis tersedu-sedu..."kamu ni ngomong apa?kepalaku pusing,nggak ngerti maksud perkataanmu"kataku dengan pelan karena menahan sakit..."udah lah ren,nggak usah akting lagi,kamu tu nggak cocok jadi orang jahat"kata bunga lagi dan kini sambil memelukku..."kamu juga,nggak usah beri harapan aku lagi degan meluk-meluk gini,nanti aku yang udah mau mati ini sehat lagi kalau kamu beri harapan lagi"kataku lagi..."biarin,biar kamu sehat lagi,aku pengen sama kamu,aku nggak mau nyia-nyiain kamu"kata bunga yang mempererat pelukannya..."aku cuma pengen tidur,dan nggak ada yang ganggu lagi dengan bangunin aku lagi,kamu doakan saja aku di surga biar ketemu bidadari-bidadari cantik,biar aku nggak jones lagi"kataku sambil tersenyum...Dan itu adalah kata-kata terakhirku,aku kemudian dinyatakan meninggal oleh dokter.Sekarang aku benar-benar merasa tak ada yang mengganggu tidur nyenyakku lagi,tapi satu hal yang belum kutemukan adalah tempat dimana bidadari berada,seperti yang dikatakan orang-orang,jangan-jangan aku kesasar ke neraka?tapi petanya bener kok,apa emang nggak ada bidadari,jadi aku harus hidup menjones lagi di dunia yang ini,biarlah,yang pasti aku tau bukannya CINTA TAK HARUS MEMILIKI tapi CINTA TAK HARUS MAINSTREAM.......................................................................TAMAT....................................................................
MOHON MAAF APABILA CERITA INI TAK BERMAKNA DAN MENYIA-NYIAKAN WAKTU ANDA
Follow @sebutsaja_budi

0 komentar: