CHICKEN WAR

02.10 0 Comments

       

         "antrian nomor 25."terdengar suara keras yang berasal dari paman-paman di ujung kandang membuat ayam-ayam potong maju selangkah untuk mendapatkan jatah makanan mereka siang ini."uh,menunya sama saja seperti kemarin."Gumam salah satu ayam yang telah mendapatkan jatah makanannya...."yoman,santai saja,mau makan apapun kita tak akan menjadi sebesar Agung hercules."kata salah satu ayam bernama TOP...."Setidaknya kita harus sekali saja merasakan makanan enak sebelum kita mati,misalnya kita bisa mencicipi ayam bakar pak kumis atau rica-ricanya."Keluh seekor ayam gemuk bernama Bul..."yoman,mau bagaimana lagi,kita tidak bisa berbuat apa-apa,ingin demo?apa ada yang mau mendengarkan aspirasi kita,yang ada kita akan segera dijual dengan harga murah atau dibiarkan menjadi ayam tiren."Jelas lagi TOP...Sementara itu di tempat lain para ayam-ayam sedang berkumpul membicarakan sesuatu...."Aku harap bisa melihat Aliando dan Prilly jadian sebelum aku nantinya disembelih."Kata ayam bernama mama Rika..."Aku hanya ingin berfoto dan minta tanda tangan Chelsea Islan."Kata ayam bernama papa jones di sebuah kedai kopi dekat kandang ayam.Semua ayam mengutarakan keinginan mereka selagi menunggu penjemputan mereka menuju tempat persinggahan terakhir di dunia ini yang waktunya juga belum pasti.Cemas,takut,gelisah,dan pasrah yang mereka rasakan kini menanti hari-hari yang tak diharapkan oleh ayam-ayam itu.Kembali ke tempat Bul dan kawan-kawan..."Kalau kau TOP,apa keinginanmu sebelum disembelih?"Tanya Bul pada TOP..."Hello man,kita ini masih kecil,tak akan ada yang mau menjual kita,kalaupun dijual pasti KPAI tak akan tinggal diam."..."Ya,tapi kalo tuhan sudah menentukan takdir kita mati saat kecil,bisa apa kita?betul tidak(aa jim mode on)?"..."sudahlah,tidak akan ada orang yang mau menyembelih ayam yang masih anak-anak seperti kita,kita tak akan mati dengan cepat.....Begitu seterusnya sampai pada akhirnya ada seekor ayam berdiri di atas kandang dan bersuara lantang berkata,"Kita harus menghentikan ini semua,kita tak boleh selamanya cuma begini,kita harus melawannya."...Namun sayangnya tak ada ayam yang memperhatikannya karena sibuk ngobrol dengan kelompoknya masing-masing..."Oi,kalian dengar tidak?"Tanya ayam itu... Namun lagi-lagi tak ada yang memperhatikannya..."Padahal aku sudah berlagak sok keren tapi kenapa tidak ada yang memperhatikan."Katanya dalam hati.Segera setelahnya pusat perhatian tertuju pada paman Tukijan(sang pemilik peternakan) yang datang untuk memilih ayam yang sudah layak dijual,tapi sepertinya hari ini tidak terlalu banyak ayam yang diambil karena pesanan yang datang juga sedikit.Setelah itu ayam-ayam dipersilahkan untuk kembali ke kandangnya masing-masing.

   
         Matahari nampak sudah bergegas pulang,tanda malam telah tiba.Semua ayam tertidur dengan pulas di kandangnya masing-masing,sampai-sampai ada yang mendengkur juga,mungkin kelelahan karena aktivitas siang tadi.Namun tak begitu dengan Phoenix,ayam yang tadi berpidato sok jagoan diatas kandang(maaf,apabila namanya baru disebutkan sekarang karena saya pun baru tau namanya).Terasa seperti ada yang mengganjal dalam kepalanya.Ya ada yang mengganjal dalam pikirannya,yaitu tentang emansipasi ayam,bagaimana para ayam-ayam di dunia ini tidak hanya dijadikan sebagai alat untuk keuntungan manusia semata,tapi juga hidup layaknya makhluk hidup seperti manusia.Dia terus berfikir apa sebenarnya tujuan hidup dari para ayam ini yang hanya makan,tidur,dan menunggu kematian,tidakkah bisa ayam-ayam hidup 100 tahun dan memecahkan rekor sebagai ayam tertua di dunia dalam guiness book world of record?tidakkah bisa ayam-ayam ini bahagia hidup bersama keluarganya dan tak khawatir akan kehilangan anggota keluarganya sewaktu-waktu?tak bisakah damai,sedamai kehidupan rumah tangga Dude Herlino dan Allysa Soebandono?pertanyaan yang selalu terngiang dalam otaknya dan belum ditemukan jawabannya.


         Akibat tak bisa tertidur Phoenix keluar kandang untuk memandangi langit,berharap ada jawaban dari Tuhan.Phoenix terus memandangi langit,tapi secara tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang....Phoenix terkejut,matanya melotot,bulunya merinding,tak sanggup melihat ke belakang.Dalam bayangannya:"Bang,satenya 200 tusuk."sosok misterius...Maaf neng,satenya udah abis tu,ini kami udah mau pulang"tukang sate...."Yang masih mentah juga nggak apa-apa,bang!"sosok misterius...Ya udah,itu neng ayam
yang diluar kandang."tukang sate...Oh,ampun tante,aku masih perjaka jangan makan aku dulu."Teriak Phoenix....jreng,jreng,jreng,jreng....hihihihihihi,huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,nampak wajah penuh kerutan yang tampak setelah Phoenix tak sengaja melihatnya,dan ternyata itu adalah.........Kakek Bo(sesepuh ayam disini).....Anak muda,apa yang kau lakukan disini?"Tanya kakek Bo...."entahlah,kek.Seperti ada tang mengganjal dalam pikiranku."Jawab Phoenix..."Apa kau memikirkan tentang penindasan ini?tentang perlawanan?"Tanya lagi kakek Bo...."Ha,darimana kakek tau?"Tanya balik Phoenix...."Aku memperhatikanmu tadi siang dan aku lihat kau begitu bersemangat dalam menyampaikannya."Jawab si kakek...."Tak kusangka ada yang memperhatikanku tadi,tapi aku bingung bagaimana cara melawannya,kek?Aku hanya sendiri,rasanya mustahil mengalahkan mereka para manusia"Keluh Phoenix...."Hmm,kurasa kau memang masih sangat muda,nak.Sehingga kau hanya bisa bermimpi setinggi langit tanpa tau betapa mustahilnya hal itu,tapi aku suka semangatmu tadi."Ceramah si kakek..."Kurasa kata-katamu itu juga membangkitkan adrenalinku untuk semakin berani melawan mereka,aku sering melihatnya di film-film dan kata-kata yang cenderung meremehkan sepertimu tadi sebenarnya adalah penyemangat untuk kita agar bisa mewujudkannya menjadi kenyataan,terima kasih kek."Ucap Phoenix...."Hahaha,kau cerdas juga anak muda,tapi yang perlu aku ingatkan hanyalah bahwa DUNIA INI PENUH DENGAN KEPALSUAN."Terang si kakek..."Apa maksudmu,kek?"Tanya penasaran Phoenix...."Haha,musuh yang paling berbahaya adalah bangsa kita sendiri bukan mereka para manusia,hal yang kita lihat belum tentu merupakan sesuatu yang dapat kita restui kebenarannya,bisa saja hal itu hanyalah tipuan semata ,berhati-hatilah,nak."Ceramah sang kakek lagi...."Hah,begitu ya kek?baiklah,aku akan berhati-hati.kalau begitu bagaimana kalau kakek jdi prajurit pertamaku,karena kakek kukira sudah banyak tau tentang peperangan,jadi aku tak perlu takut dikhianati."Pinta Phoenix..."Haha,apa kau bercanda,nak?Aku sudah tua,selain itu aku juga cacat,alasan kenapa aku masih hidup adalah karena aku menyembunyikan diri dari pemilik peternakan ayam ini,bila aku menunjukkan diri mungkin aku sudah dijual dengan harga sangat murah atau bahkan aku akan dibuang,aku makan dari ceceran bekas jatah kalian pada saat seperti ini,saat malam hari aku baru berani menampakkan diri disini"Jawab si kakek...."Cacat?Dari mana cacat itu,kek?"Tanya Phoenix lagi...."Ini cacat bawaan sejak lahir,kesalahanku adalah tidak lahir pada saat kampanye pemilu,kalau begitu pasti ada pengobatan gratis dari para caleg,bagaimanapun orang tuaku pasti mampu membiayai operasi kakiku juga."Jawab si kakek lagi....."Dengan kondisi yang seperti itu,tidakkah kakek memiliki semangat untuk melawan penindasan ini?"...Tanya Phoenix lagi...."Aku rasa aku sudah kehilangan semngat mudaku,selain itu kita seharusnya bersyukur dengan keadaan kita yang begini."Jawab si kakek lagi..."Bersyukur?apa yang musti disyukuri dari kehidupan singkat yang diambil secara paksa ini?"Tanya lagi Phoenix..."Kita beruntung masih bisa makan setiap hari,walaupun pada akhirnya kita juga diwajibkan menyerahkan nyawa kita .Coba kau lihat acara AYAM PINGGIRAN,betapa susahnya hidup mereka,mereka tidak pernah tau apakah besok masih bisa makan,belum lagi atap kandang mereka yang bocor,dll"Jawab si kakek lagi..."Aku akan memerdekakan mereka semua tanpa kecuali,semua ayam adalah prioritasku ,aku tak akan takut untuk memperjuangkan hak mereka."Kata Phoenix..."Aku belum pernah melihat semangat sehebat ini anak muda,auramu sungguh berbeda.Aku akan mendoakanmu dari sini agar aku bisa hidup bebas,tak seperti ini lagi."Kata si kakek dengan semangat ..."Terima kasih kek telah menyemangati dan mempercayaiku,aku akan mengemban amanah ini dengan sungguh-sungguh."Kata Phoenix.


         Keesokan harinya seperti biasa para ayam mengantri makanan kemudian menunggu pengumuman ayam yang akan dijual.Dan saat pengumuman pun tiba,semua ayam berubah menjadi tegang,ada yang berdoa,ada yang menangis,ada juga yang nampak tegar,satu persatu nama ayam diumumkan diumumkan,ada ekspresi lebih rileks karena merasa peluangnya hidup masih ada,ada juga yang menjadi lebih tegang karena tinggal satu nama yang diumumkan."Nama terakhir adalah.........Mama rika.....itulah ayam yang akan dijual hari ini,bagi yang namanya belum dipanggil silahkan kembali ke kandangnya masing-masing!"Suara keras paman Tukijan sang pemilik peternakan.....Seketika suasana menjadi haru,semua orang memeluk Mama Rika untuk yang terakhir kali,bahkan Papa Jones sampai pingsan karena tak kuasa menahan kesedihan ditinggal sang istri...Mama Rika pun menyampaikan kata-kata terakhir bagi rekan-rekannya"Mohon maaf semua,aku sudah berjuang maksimal tetapi apa boleh buat,Tuhan telah berkehendak lain,aku harus tereliminasi hari ini karena perolehan sms ku paling sedikit,tapi tetap aku harus berterima kasih pada pendukung yang telah merelakan sms dengan tarif 2000/sms berkali-kali untuk tetap melihat aku disini,walau bagaimanapun aku akan merindukan kalian,aku akan merindukan sinetron dan gosip-gosip selebriti,tolong kirimi aku televisi di makamku,agar aku tetap bisa menyaksikannya,sekali lagi terima kasih."....kata-kata terakhir yang membuat semuanya meneteskan air mata,termasuk Phoenix bahkan paman Tukijan pun ikut terharu,namun tetap saja Mama Rika harus diantar menuju mobil untuk dijual,lambaian tangan mama rika menandakan perpisahannya...Para ibu-ibu ayam pun kemudian membicarakan Mama Rika "Kita tak tau lagi darimana nantinya akan mendapat sumber gosip lagi"...Dan para bapak-bapak ayam pun juga tak ketinggalan "Seandainya saja kita ayam dari australia,mungkin perdana mentrinya akan mengupayakan segala cara untuk menghentikan eksekusi mati ini kepada para ayam-ayam di negrinya"......Phoenix tak tahan lagi dengan keadaan ini,ia merasa sudah tak ada keadilan di dunia ayam."Sudah cukup,kita tak bisa berandai-andai,kalau kita tidak melawan tidak akan ada perubahan pada bangsa kita,setiap hari hanya perasaan cemas yang kita pikirkan apakah kita masih hidup atau tidak,kita harus melawannya"....Mendengar hal itu ada ayam yang tampak setuju namun juga ada ayam yang juga tampak kurang sependapat "Apa yang bisa kita lakukan?kita ini cuma ayam,tak mungkin bisa mengalahkan manusia,itu sama saja kita bunuh diri...."Apa bedanya dengan kita sekarang?kita melawan atau tidak sama saja kita akan segera mati bukan?jadi apa salahnya mencoba?lebih baik kita yang mati,tapi generasi penerus kita bisa hidup bahagia,tidak merasakan kehidupan seperti kita."Jelas Phoenix..."Bahagia?bukankah ini memang sudah takdir kita,kalupun kita mencoba dan kemudian kalah,tetap saja generasi kita juga akan menderita seperti kita juga."Teriak salah seorang ayam dengan lantang...."Ya memang,tapi apabila kita melawan dan kalah,setidaknya ada jejak perjuangan kita dalam buku sejarah sekolah mereka,mereka pun pasti akan terus mengobarkan semangat ini,semangat bahwa ayam pun bisa memberi perlawanan."Kata Phoenix lagi..."Jadi kau hanya ingin memusnahkan populasi ayam di muka bumi ini?berapa kalipun kita mencoba tetap saja kita akan kalah."Kata ayam yang ternyata dia adalah seorang aktivis perdamaian ayam dan manusia.....Tampak para ayam yang tadinya bersemangat menjadi tertunduk,mereka merasa perlawanan pun akan sia-sia,semuanya kembali ke kandang masing-masing....Phoenix tak berusaha menahan mereka,namun ia menyampaikan kata-kat terakhirnya dalam pidato "Baiklah,jika kalian tak mau melawan,biar aku sendiri yang akan melawan,mungkin aku akan meminta bantuan pada hewan lain,terima kasih perhatiannya."....Setelah itu Phoenix meninggalkan mimbar dengan tangisan,tapi tekadnya untuk melawan manusia semakin membara.Dan kemudian tampak kakek Bo yang memperhatikannya,Phoenix mengetahui itu,sang kakek pun memberikan jempolnya pada Phoenix....


          Teng terereng teng terereng,hari perang pun dimulai.Phoenix mengencangkan ikat kepalanya,seperti halnya idolanya ra mbo.GEnderang perang telah siap ditabuh,dia sudah tak takut mati untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsanya.Saat sore hari saat manusia-manusia sudah kelelahan karena seharian bekerja,Phoenix menantang mereka.Langkah kakinya terus maju ke depan,tak ada keraguan untuk mundur.Sampai akhirnya dia sudah berdiri di depan mobil paman Tukijan yang baru pulang dari pasar.Hal yang membuat paman Tukijan cukup heran,apa yang sebnarnya dilakukan oleh Phoenix "Hey,nak..apa yang kau lakukan disitu?bukankah harusnya kau ada di kandang?...."Sudah cukup paman,sudah cukup penindasan kepada kami bangsa ayam.Kami ingin merdeka!"Kata Phoenix dengan tegas...Mendengar hal itu
paman Tukijan dan para karyawannya tertawa,tak ada yang terlalu menganggap serius ocehan seekor ayam itu.Mereka pun melanjutkan aktivitasnya seperti biasa...."Kau hanya sendiri,mana mungkin bisa melawan
kami para manusia?bahkan jika semua ayam melawan pun rasanya mustahil mengalahkan kami."Kata paman Tukijan....Lalu tiba-tiba "Siapa bilang dia sendiri,setidaknya ada kami."Suara yang ternyata dari ayam di beberapa kandang yang keluar kandang..."Kalian?bukankah kalian menolak sebelumnya ajakanku?"Tanya Phoenix..."Kami memang sebenarnya tidak ingin,namun kami juga tidak mau kalau bangsa kami dimerdekakan oleh hewan lain,seperti katamu tadi."Kata salah seorang ayam...."Aku hanya ingin terlihat keren saat masuk buku sejarah,mungkin jika aku menjadi pahlawan,namaku bisa diabadikan sebagai nama jalan atau nama sebuah bangunan sebagai tanda penghormatan kepadaku."Sahut ayam lain....Setelahnya semua ayam keluar dari kandangnya,mereka ingin berjuang bersama melawan manusia dan memerdekakan bangsa ayam..."Apa kau yakin kita akan ikut,ToP?"Tanya Bul..."Sepertinya ini sangat menarik,daripada kita hanya tawuran yang hanya merugikan orang lain,sebaiknya kita berperang langsung yang bisa mengubah nasib kita...Peternakan itu menjadi lautan ayam yang sudah siap mati demi bangsa mereka,sementara hanya ada 3 manusia yang merupakan lawan mereka.Tampak 3 orang cukup gemetaran menghadapi situasi ini,karena tak menyangka semua ayam bersatu menentang mereka.Pasukan ayam tak hanya itu saja,ternyata ada beberapa ayam yang terbang dari mobil dan bergabung bersama mereka,salah satunya Mama Rika..."Mama Rika?bagaimana kau bisa kembali disini bersama ayam-ayam lain?"Tanya Phoenix terkejut..."Beruntung bagi kami,harga ayam yang semakin melambung tinggi ditambah para pedagang yang kreatif beralih mengganti bahan dasar daganganya dari daging ayam menjadi daging tikus,celeng,dll membuat kami tak laku dijual tadi,namun hal yang membuat kami gembira tak hanya itu tapi juga melihat para ayam bersatu melawan kedzaliman ini."Terang Mama Rika..."Baiklah,kalau begitu.Serbuuuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!"Perintah Phoenix...Semua ayam bergerak maju,ada yang menembakkan peluru kotoran ayam,ada yang menggunakan beladirinya,ada juga yang memasang berbagai jebakan.Para manusia cukup kewalahan dibuatnya,mereka terpaksa menggunakan clurit untuk membantai mereka.Satu persatu ayam mulai dibacok,tak perduli mereka semua adalah barang dagangan mereka,yang terpenting adalah mereka selamat.........7 jam kemudian......Semuanya sudah tergeletak di tanah,tak terkecuali 3 manusia tadi.Beberapa ayam sudah mati,beberapa sudah berada di penghujung mautnya..."Bul,tak kusangka kita harus mati saat usia kita masih kecil,memang benar katamu,takdir ada di tangan Tuhan."Kata TOP pelan..."Yah,jadi apa keinginanmu sebelum kau mati?"Tanya Bul..."Aku hanya ingin nonton konser BIGBANG,mereka adalah idola ayahku,pesan terakhir ayahku adalah untuk meminta tanda tangan personelnya yang kemudian dijadikan sebagai namaku(TOP) di nisan makamnya,tapi kurasa aku akan menemui ayahku di surga dan meinta maaf karena hal itu tak terjadi,mungkin aku akan dimarahi."Jawab TOP...Setelah itu keduanya pun mati.Mama Rika dan Papa jones pun juga sudah dalam keadaan sekarat,dalam keadaan seperti itu mereka masih berbincang..."Mah,kupikir aku tak perlu memikirkan Chelsea Islan lagi,karena sepertinya mama lebih cantik daripada dia."Kata Papa Jones..."Iya,pa.Aku juga sudah tak mengkhawatirkan hubungan aliando dan prilly lagi,karena ternyata kita lebih romantis daripada mereka."Kata Mama Rika....Mendengar hal itu Papa jones pun mati dengan tersenyum.Sementara mama Rika masih sempat berteriak pada Phoenix..."PHoenix,mungkin kami semua mati,tapi jaga generasi kita,rawatlah anak ayam yang baru lahir dan yang masih di dalam telur,jangan biarkan mereka mengalami nasib seperti kami,untuk yang terakhir kali,kumohon jaga mereka!"...Setelah itu mama Rika ikut menyusul Papa jones dan ayam-ayam lain.Beralih scene dimana Phoenix nampak sudah tergeletak namun masih bisa mendengar suara mama rika,dia hanya sudah tak bisa bergerak walaupun kondisinya tak separah ayam lain,dia masih hidup,sementara 2 karyawan paman Tukijan sudah tewas,sedangkan paman Tukijan sendiri pingsan.Inilah kesempatan emas Phoenix untuk memerdekakan bangsanya yang tak pernah ia sangka akan jadi kenyataan.Namun badannya benar-benar sudah tak bisa digerakkan lagi.Di tengah-tengah keputusasaan Phoenix untuk menggerakkan badannya,tiba-tiba muncul lah kakek Bo dari tempat persembunyiannya,dalam hati Phoenix dia amat senang karena masih ada satu pasukannya yang bisa diandalkan..."Kakek,pada akhirnya kaulah yang jadi pahlawan,cepat bunuh paman Tukijan dan kita akan merdeka!"Perintah Phoenix..."Hahaha,kau benar-benar hebat anak muda,pada akhirnya aku memang jadi pahlawan,tak kusangka aku akan jadi penentunya."kata kakek Bo...Kakek Bo lalu mengacungkan pistol,tapi tunggu,pistol itu ditujukan untuk Phoenix bukan untuk paman Tukijan..."Apa maksudmu,kek?ini kesempatan emas kita untuk merdeka,jangan bercanda,nanti kalau paman Tukijan bangun,gagal sudah perjuangan kita."Kata Phoenix..."Hahaha,aku memang jadi pahlawan,tapi untuk paman Tukijan,bukan untuk bangsa yang menyedihkan ini."Kata kakek Bo..."Bagaimana bisa,kau mengkhianati bangsamu sendiri?"Tanya Phoenix..."Hahaha,aku hanya memanfaatkan kebodohanmu,aku tau bahwa kau tak ikut briefing saat cerita ini akan dimulai,jadi kau tak mungkin tau apa peranku sebenarnya.Menyedihkan sekali,bukankah aku sudah memberitau padamu sebelumnya bahwa 'berhati-hatilah,DUNIA INI PENUH DENGAN KEPALSUAN',mungkin kau tak memperhatikannya sehingga hal ini benar-benar terjadi padamu sekarang."Jelas kakek Bo..."Sial,aku telah ditipu oleh kakek-kakek cacat sepertimu."Geram Phoenix..."Cacat ya?Biar kuberitau sedikit cerita sebelum kau mati,dulunya aku sebenarnya tak cacat,cacatku ini bukan karena bawaan lahir,tapi karena akibat perang melawan bangsa ayam juga yang dulu dipimpin oleh ayahmu,dan cacat ini disebabkan oleh ayahmu.Kalian memang keluarga pemberontak.Tapi aku tetap salut pada pencapaianmu saat ini,tak ada sebelumnya yang sampai membuat para manusia terluka parah hingga ada yang tewas seperti ini,begitu saja ceritaku.Aku tak ingin berlama-lama,sudah waktunya semua ku akhiri.Tenang saja,namamu akan tercatat di buku sejarah,Sampai jumpa."Kata kakek Bo sambil menarik pistolnya...Phoenix pun meneteskan air mata,karena kebodohannya semua ayam jadi mati sia-sia,padahal mereka telah mempercayainya...."Maafkan aku,Mama Rika,Papa Jones,Aktivis ayam,dan semua ayam,aku telah gagal mengemban amanah ini."Katanya dalam hati......DOR,bunyi tembakan pun berbunyi dan selesai sudah perjuangan Phoenix dan kawan-kawannya dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsanya.





SEMOGA CERITA INI DAPAT MENGINSPIRASI AYAM-AYAM LAIN UNTUK MEMBERI PERLAWANAN KEPADA KEDZALIMAN YANG MEREKA ALAMI,SELAMAT BERJUANG SEMOGA SUKSES.........LANJUT MAKAN AYAM GORENG!!!!!!!!


JANGAN LUPA FOLLOW TWITTER ANE DI:@sebutsaja_budi

0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com