Para Pencari Sandal
Aku berdansa dengan seorang putri,diiringi lagu yang romantis.Semua orang tampak memandangi kami berdua,seolah kami pasangan paling serasi di dunia,walaupun tampak juga di seberang sana ada 3 orang yang marah dengan kemesraan kami.Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 12 malam,aku masih asyik berdansa dengan putri tersebut,tapi tidak dengan putri itu,dia tampak gelisah hingga kemudian melarikan diri dari pesta.Ketika sampai di ujung pintu gerbang aku teriaki dia "Hai,mau kemana kau,putri cantik?"Tanyaku..."Maaf pangeran,perutku sakit,tadi siang kebanyakan makan sambal"Jawab putri itu...........Saking terburu burunya sampai dia meninggalkan sandalnya,mungkin agar larinya lebih cepat.Aku tak menyerah,aku terus mengejarnya sampai ke tengah hutan,sayang sekali karena sudah tengah malam,aku kehilangan jejaknya.Tak ada pilihan lain,aku harus kembali ke istana.Di tengah perjalanan aku disergap beberapa orang,mereka semua menyergapku,aku melawan dengan sekuat tenagaku tapi sepertinya tak berguna karena aku akhirnya kalah.Salah seorang dari mereka melemparkan aku ke sungai,benar-benar akhir yang tragis.Ketika aku sudah dilempar ke jurang,aku sempat melihat penampakan wajah pembunuh itu,kaget ku bukan main,ternyata itu adalah wajah sang putri.Aku jatuh ke jurang yang dibawahnya adalah sungai deras.. ... "Byuuuurrrrrrr,Bangun,udah mau imsak"Teriak seseorang......Ternyata dia adalah ibuku yang sedang membangunkan sahur dan ternyata tadi cuma mimpi lagi,mimpi jadi seorang pangeran.Aku sebenarnya tak berniat sahur,tujuannya agar ada alasan untuk tidak berpuasa hari ini.Bukan karena aku kuat menahan lapar dan haus,aku kadang suka tidak tega melewatkan paha mulus yang lewat di depan mataku.Mungkin karena waktu kecil aku suka paha ayam,sama seperti upin ipin,waktu kecil suka paha ayam pasti kalau sudah besar mereka suka paha cewek.Walau sudah bangun dari tadi aku hanya bengong melihat makanan di meja karena sebenarnya masih mengantuk,tau hal itu ibuku lagi-lagi ngomel..............nging nging nging nging nging.....Yah,terpaksa aku makan dalam keadaan mengantuk,sedikit demi sedikit,sesuap demi sesuap.
Lalu ibuku bertanya bagaimana masakannya,aku pun menjawab........"Makanan apa ini??apa??seperti sampah,teksturnya nggak jelas,berantakan,padahal sudah diberi waktu 60 menit,apa kamu pikir dengan masakan seperti ini kamu bisa jadi juara master chef?"Kataku meniru seolah menjadi chef junet....Mendengar hal itu,panci,wajan,piring,dll melayang ke arahku.Aku pun minta maaf pada ibuku,dan suasana kembali kondusif setelahnya.Huffff,aku hanya terbawa suasana,tapi sejujurnya tak ada maksud menghina masakan ibuku.Ibuku lalu curhat kalau dia sebenarnya ingin segera punya mantu,agar ada yang mengurusku.Ya,aku mau sih tapi dengan kondisi yang seperti ini rasanya sulit,belum ada perempuan yang benar-benar menggetarkan hatiku,dan juga aku belum punya modal untuk jadi kepala keluarga,pekerjaanku serabutan,juga belum bisa menjadi imam yang baik.Tapi,aku iyakan saja lah permintaan ibuku tadi,siapa tau ada putri kaya raya yang bosan memiliki kekasih yang ganteng,kemudian pengen merasakan punya suami pas-pasan.
Hari ini puasa terlewati dengan baik,tak ada halangan berarti saat aku bekerja di pasar tadi.Segelas es buah jadi pelipur rasa dahaga selama sekitar 14 jam.Jam sudah hampir menunjukkan waktu sholat isya,tandanya aku harus bergegas ke masjid untuk mengikuti sholat tarawih disana.Di pertengahan bulan seperti sekarang memang tak seramai waktu awal bulan puasa,yang paling rajin mungkin hanya anak-anak sekolah yang ingin minta tanda tangan di masjid saja,sedangkan yang lain mungkin sudah jarang kesini lagi karena sudah tidak ada alas kaki yang bisa mereka pakai karena hilang terus,atau mungkin juga yang punya sandal bagus jarang masuk yang jadi kolektor sandal pun juga jadi jarang masuk,atau bisa juga mereka sudah kekenyangan daging unta yang mereka dapat sewaktu berada di barisan paling depan pada awal bulan.Entahlah,yang pasti aku tetap rajin ke masjid untuk menghindari konflik dengan ibuku yang terus mengomel setiap aku meninggalkan kewajiban dalam agama.Terlalu banyak melamun di jalan tak sengaja aku menabrak seorang perempuan.Wow,tak dinyana-nyana wajahnya mengingatkanku pada sesuatu,tapi apa itu,aku terus saling berpandangan dengannya saat kami sama-sama terjatuh.Matanya indah,wajahnya seperti boneka,ditambah kerudung biru yang menutupi auratnya,benar-benar cantik,seperti,oh seperti putri yang hadir dalam mimpiku.Ya,wajahnya benar-benar mirip dengannya,tapi dengan segera dia bangun dan meminta maaf,walaupun tampak terburu-buru tapi setidaknya ada senyum di wajahnya saat dia pergi tadi.Aku jadi ngarep abis.Di dalam masjid,kami tentu tak bersebelahan jadi tak bisa kenalan dan sebagainya,hal itu yang justru membuatku penasaran.Sholatku tidak kusyuk,berkali-kali aku curi-curi pandang mencari dimana dia berada,tetap saja biarpun jamaahnya sedikit sulit untuk menemukannya.Disaat pulang pun aku tak menemukan keberadaannya.Di saat sudah berputus asa,ada pak ustadz lewat.Aku menanyainya apakah melihat seorang perempuan dengan ciri-ciri tadi,tapi pak ustadz tak tau.Sampai akhirnya pak ustadz kebingungan mencari sandalnya,aku yang basa-basi pura-pura ikut mencari tiba-tiba menemukan sebuah sandal sebelah kanan saja yang setelah aku ingat-ingat adalah sandal milik perempuan tadi,memang jodoh tak bakal kemana.Tadi memang waktu aku jatuh,tak sengaja aku melihat sandalnya,dengan modal sandal ini aku berharap bisa menemukan perempuan itu dan memenuhi keinginan ibuku.Saat aku senang,ternyata pak ustadz masih kebingungan mencari sandalnya,aku pun bertanya padanya....."Maaf,pak ustadz belum ketemu sandalnya?"...."belum,nak.Padahal sandal itu udah dilengkapi dengan password protector yang udah diuji tingkat kerumitannya,tapi masih tetep aja bisa dicuri"Jawab pak ustadz....."Oh,mungkin aja pak,jaman sekarang kan banyak hacker,pak.Mungkin mereka dah bosen ngehack di komputer"Kataku...."Ya juga ya,nak.Padahal itu alat pelindung sandal harganya Rp 4.999.999,masih aja bisa dihack,ya udah besok tak beli lagi di warung,paling sandalnya cuma 10 ribu"Kata pak ustadz.........Ebuset,alat pelindung ama sandalnya jauh amat harganya,mending tu duit
yang dipake beli pelindung dibeliin sandal sejenis yang banyak.Setelah itu kami berdua bergegas pulang bersama,di jalan kami saling berbincang mengenai berbagai hal dan yang paling utama tentu saja tentang agama.Ketika kami berpisah jalan,pak ustadz itu mengatakan kepadaku untuk tak segan bertanya apabila
ada hal yang ingin ditanyakan.Begitulah sampai aku tidur di rumah dengan memeluk sandal itu.
Esok paginya aku langsung bergegas untuk bekerja di pasar,tapi pada hari itu pikiranku benar-benar kacau.Tak henti-hentinya aku memikirkan perempuan itu,sepertinya aku benar-benar jatuh cinta,aku ingin langsung menikahinya dan membahagiakan ibuku.Namun aku juga sadar ada tantangan berat menghadangku,seperti yang aku ungkapkan tadi,bukan hanya belum punya pekerjaan tetap,aku juga belum bisa jadi imam yang baik.Sampai kemudian aku teringat kata-kata pak ustadz kemarin untuk belajar kepada beliau jika aku ingin.Kemudian setelah selesai bekerja aku menghadap pak ustadz di masjid,beliau tampak sedang bermain HP.Aku pun langsung menyalami beliau dan mengutarakan keinginanku itu.Karena banyak yang ingin aku tanyakan maka aku bingung untuk memulai dari mana,aku mulai dari sini aja lah "Pak ustadz.Tadi saya melihat di depan sana tetap ada warung yang tetap jualan padahal ini bulan puasa,lalu juga diskotik seberang juga sepertinya masih buka walaupun sembunyi-sembunyi,menurut pak ustadz bagaimana?bukankah mereka seharusnya tutup dan menghormati kita yang sedang berpuasa ya?".....Panjang lebar aku bertanya,tapi pak ustadz masih sibuk dengan HPnya,aku seperti cuma nyamuk yang sedang mengganggunya.Karena penasaran,kucoba untuk mengintip apa yang dilakukannya,betapa kagetnya akulalu berkata "Lhoh,pak ustadz kok buka kaya gitu di bulan puasa,bukannya bisa bikin batal puasa itu?"Tanyaku....Pak ustadz tampak juga kaget karena ulahku tadi,tapi kemudian coba untuk rileks dan menjawab "Ini adalah sebuah bentuk tantangan,tantangan dalam berpuasa,kamu mungkin bingung dengan apa yang aku maksud.Jadi begini,aku buka gambar HyunA karena aku ingin menguji sampai dimana aku mampu menahan hawa nafsuku,sama seperti yang kau tanyakan di awal tadi kenapa ada warung dan diskotik buka di bulan puasa,itulah tantangan untuk menguji ketahanan kita terhadap hawa nafsu.Kalo nggak ada warung buka,nggak ada diskotik buka,setan-setan juga dikurung,lalu kita dapat tantangan darimana?Kalo hanya menahan haus dan lapar anak kecil juga kuat,tapi apa yang kita peroleh setelah puasa
kalau hanya menahan lapar dan haus?nothing,kita akan jadi pribadi yang sama saja,karena memang nggak ada tantangan di bulan puasa,coba kalau seperti aku tadi,melihat gambarnya DJ soda,kalau di bulan puasa aku tidak tergoda olehnya,maka nanti di bulan-bulan biasa aku nggak akan tergoda oleh sesuatu yang seperti itu,sudah hal biasa.Karena kita sudah terlatih,beda dengan orang yang di bulan puasa tidak ada tantangannya,mereka akan kembali lagi menjadi seperti semula setelah bulan puasa,mereka hanya berbuat baik di bulan puasa saja,karena tujuan mereka hanya ingin menghapus dosa dan mendapat pahala,bukan untuk merubah diri menjadi lebih baik setelah bulan puasa"....Aku masih bingung dengan jawabannya,hingga aku mohon untuk memperjelasnya "Mohon maaf,pak ustadz.Bisa tolong dijelaskan yang lebih mudah dipahami lagi!"....."Jadi kamu masih belum paham ya,baiklah,perumpamaannya begini,kalau kamu ikut turnamen sepak bola,kamu lebih puas juara dengan mengalahkan tim seperti chelsea,bayern muenchen,barcelona,real madrid atau sama timnya si madun?atau kalau masih belum paham begini,kamu lebih puas menyelesaikan game dengan usahamu sendiri atau dengan pake cheat?Itulah puasa menurutku,ini sudah tingkatan hokage,yang masih genin sepertimu ya wajar belum mengerti"Jawab pak ustadz......Kemudian aku bertanya pertanyaan lain "pak ustadz,gimana caranya supaya kita masuk surga,katanya susah ya,tad?"...Pak ustadz pun menjawab "Nggak begitu susah,jaman semakin maju,kalau dulu kita perlu menjalankan semua perintah Allah SWT dan tidak melakukan larangannya,sekarang kita cuma perlu like dan katakan amin di gambar yang diupload di FB maka kita bisa masuk surga"Jawab pak ustadz yang membingungkan Daripada aku semakin bingung,lebih baik aku mengiyakan saja kata-katanya.Kami pun jadi saling enjoy ngobrol satu sama lain,banyak hal-hal baru yang aku ketahui dari sudut pandang beliau.Di akhir perjumpaan,aku pun memberanikan diri menceritakan mimpiku kemudian menanyakan arti mimpi dan keterkaitannya dengan hal yang kualami tadi malam,pak ustadz pun menjawab "Kalo masalah tafsir mimpi,jujur saja aku masih amatiran,aku juga sering mimpi-mimpi aneh,tapi nyatanya ketika aku cocokin di buku mimpi dan beli kupon,nyatanya sampe sekarang aku belum dapet yang 4 angka langsung,ups(Pak ustadz keceplosan sering main togel)"....Mendengar jawabannya aku belum membuatku puas sebenarnya,tapi pak ustadz menyuruhku untuk mencari siapa pemilik sandal itu,dan beliau tak keberatan untuk ikut mendampingiku dalam perjalanan mencari pemilik sandal yang tinggal sebelah ini sekaligus mengajariku tentang agama dalam perjalanan.Aku sangat antusias dengan hal itu,ini artinya jalanku
semakin terbuka lebar untuk mendapatkan putri cantik pemilik sandal ini.
Hari telah berganti,dan sudah tiba waktunya bagiku memulai perjalanan suci mencari mantu untuk ibuku,yang juga merupakan pemilik sandal yang cuma sebelah ini.Dengan Bismillah,aku mengawali langkah kakiku dari rumah,berpamitan dengan ibuku lalu kemudian bergegas menuju rumah pak ustadz dimana beliau juga sudah menunggu kedatanganku untuk menemaniku mencari pemilik sandal ini.Aku sangat bersemangat hari itu,rasanya seperti akan mengantri tiket gratis menonton konser ayu ting-ting.Dalam perjalanan kami menumpang mobil yang lewat,karena aku tak punya banyak uang.Diselingi dengan kadang dengan berjalan kaki,yang sebenarnya aku kasian dengan pak ustadz yang sudah berumur untuk jalan sejauh ini,aku takut membatalkan puasanya nanti.Di tengah perjalanan aku pun menyuruh pak ustadz untuk beristirahat agar beliau yang sudah agak berumur punya tenaga lagi "Pak ustadz,sebaiknya kita istirahat dulu,saya kasian sama bapak nanti kecape'an"...Lalu pak ustadz menjawab dengan santai "Siapa yang capek?Aku masih kuat,berapa kilo lagi juga sanggup,yang capek sebenernya aku apa kamu?kok keringet ampe segitunya?"....Setelah dilihat-lihat memang aku yang sebenarnya kelelahan,akhirnya kami istirahat dulu.Menurut info yang telah aku dapatkan dari orang sekitar masjid memang pemilik sandal ini bukanlah orang di desaku,dia dari desa seberang yang waktu itu sedang berkunjung ke rumah kerabatnya,aku hanya tinggal mencari lokasi rumahnya yang pasti setelah desa yang dimaksud telah kuinjak.Setelah istirahat sebentar kami berdua melanjutkan perjalanan,beberapa kali aku mencoba bertanya pada orang sekitar mengenai ciri-ciri yang kuketahui tentangnya,tapi karena ciri-cirinya kurang spesifik serta tidak ada fotonya,terpaksa kegagalan yang aku dapatkan.Tak ada yang tau siapa orang yang kumaksud.Pak ustadz yang nampak sudah mulai keletihan,kusuruh untuk istirahat sejenak di sebuah tempat duduk di taman sementara aku masih melanjutkan pencarian sampai kutemui satu orang yang kupikir tau,karena dia adalah pedagang yang sering keliling desa,sehingga kemungkinan besar ia hafal orang-orang di desa itu "Permisi,buk,saya sampurna(akhirnya setelah paragraph ke-4 namanya terungkap,mungkin ini berkah ramadhan)!"...."Ya,saya bu Dora,ada yang bisa saya bantu?"Jawab orang itu....Aku pun lalu menjelaskan ciri-ciri orang yang kumaksud kepada bu Dora tadi,setelah panjang lebar ibu Dora pun menjawab "Apakah kalian melihat orang itu?Tidak?tidaaakkkkkkkk".....Aku bingung dengan jawabannya,lalu aku berfikir untuk
menunjukkan sandal milik perempuan itu,siapa tau bu Dora tau,dan dia pun kembali menjawab "Apakah kalian melihat sandal?Tidak?Tidakkkkk"....Lagi-lagi jawabannya itu,nyesel aku nanyanya,ternyata dia adalah bu Dora the explorer...Hmm,dengan wajah yang lelah karena usahaku tak membuahkan hasil dari tadi,aku menyusul pak ustadz ke taman,tapi belau sudah tak ada,kucari-cari hingga kutemukan beliau sedang di warung malah makan,aku pun heran sehingga mengajukan pertanyaan "Pak ustadz,memangnya nggak puasa,jam segini kok sudah makan?"...."Lhoh,temenku baru aja sms mengucapkan selamat berbuka puasa,ya aku ngikut aja,nanti kalau ditunda-tunda kan nggak baik"Jawab pak ustadz..."Buka gimana,ini
kan masih jam 4,pak.Memangnya temen pak ustadz dimana?"Tanyaku heran...."Dia lagi di papua,emank kenapa?"Tanya balik pak ustadz...."Yah,jelas aja udah buka,kan di papua udah jam 6 kita masih jam 4,beda waktu 2 jam"Kataku...."Astaghfirullah,baru teringat aku"Kata pak ustadz...."Ya trus kenapa makannya dilanjutin,pak?"Tanyaku lagi dengan sedikit geram...."Ya,kan kalau lupa nggak apa-apa,selain itu kalau makanan nggak dihabiskan itu mubadzir dan dosa namanya"Jawab pak ustadz....Terserah pak ustadz aja lah,yang pasti usaha hari ini tak membuahkan hasil.Pencarian ini benar-benar tak semudah yang aku kira,tapi yang namanya ingin mendapatkan sesuatu yang besar harus didahului dengan usaha yang besar pula.Bedug maghrib berkumandang di hari itu,tandanya waktu berbuka telah tiba.Aku pun mengajak pak ustadz untuk makan di warung,dengan uang pas-pasan aku memutuskan untuk mengajak makan di warung bubur.Sesampainya disana ternyata warungnya tutup,dan aku pun bertanya kepada orang di sebelahnya "Buk,ini kenapa ya warung buburnya tutup?"Tanyaku..."Wah,itu udah lama dik,semenjak tukang buburnya naik haji sampai sekarnag masih belum buka"Jawab Ibuk ibuk itu..."Tapi kan ini sudah bukan waktunya naik haji,masak belum pulang juga buk?"Tanyaku lagi...."Ya sih dik,mereka sebenernya mau pulang,tapi karena ratingnya bagus jadinya mereka sekarang stripping tiap hari"Jawab ibu itu...Hmm,ya udah deh kalau begitu,aku cariyang lain saja,oh aku teringat di desa ini katanya ada pecel yang rasanya enak,udah enak murah lagi.Tapi ketika aku sampai disana lagi-lagi tutup,aku tanyakan pada pedagang di sebelahnya "Pak,kenapa ya warung pecelnya kok tutup?"...."Oh,itu.Sekarang dia dah jadi artis,dik.Karena wajahnya cantik makanya sering masuk tv"Kata bapak itu...."Lalu warung jamu sebelahnya juga tutup ya,pak?"Tanyaku lagi...."Oh,sama dik.Dia sekarang udah jadi anggota jkt 10000,dia mirip membernya makanya dia juga ikut gabung sekarang,bapak juga ngefans ma dia sekarang"Jawab bapak itu...njir,ini bapak udah tua aja ngidol segala.Pusing cari makanan murah sana sini nggak dapet,kebetulan sekali masjid sebelah ternyata sedang mengadakan buka bersama gratis,aku dan pak ustadz ikut membantu menghabiskan makanan.Setelah itu kami tarawih dan tidur disitu.Pencarian hari pertama pun ditutup dengan hasil nihil.
Paginya kami kesiangan hingga tak sahur,kami mungkin akan kelaparan di perjalanan.Tapi aku tak akan mundur oleh hanya karena itu,pak ustadz juga mendukungku,kami pun melanjutkan perjalanan kami.Setelah berkeliling akhirnya ada titik terang tentang pemilik sandal itu,ada seorang warga yang mengetahui ciri-ciri orang yang kusebutkan dan tampaknya tau siapa pemilik sandal itu.Berkeliling menurut arahan seorang warga tadi kami menemukan 1 rumah yang tampak sederhana,mungkin dia akan cocok juga denganku.Sama-sama bukan orang kaya,aku pun mengetuk pintu dan betapa kagetnya diriku mengetahui ternyata dia putri cantik itu.....Aku tak bisa berkata apa-apa,pak ustadz malah menghilang dalam kondisi seperti ini.Dia pun menyapa duluan "Hai,kamu?"Sapanya...Aku pun menjawab "Aaaaaaku,yang waktu itu tabrakan ma kamu di masjid kampung sebelah"...."Oh,iya kamu yang waktu itu,ada apa ya jauh-jauh kesini?"Tanyanya...."Sebenarnya aku menemukan ini(sandal) sewaktu pulang dari masjid saat itu,lalu aku mencari pemiliknya,satu persatu orang yang kutemui kusuruh untuk memakai sandal ini,ternyata tidak ada yang pas,padahal aku ingin menjadikan tuan putri pemilik sandal ini untuk menjadi pendamping hidupku"
Jawabku..."Lalu?"Dia bertanya lagi...."Lalu sekarang giliranmu untuk mencoba sandal ini,apakah pas atau tidak?"Jawabku....Dia pun mengiyakan permintaanku,sandal itu aku pakaikan pada kakinya walaupun hanya formalitas karena sudah pasti pas,ya iyalah ini miliknya.......Terpasang,,,,,eh,kok kelonggaran ya,bukannya ini miliknya?Kenapa nggak pas?apa waktu itu aku salah melihat sandalnya..."Udah nyobanya?"tanyanya kepadaku...Aku masih belum yakin,mungkin kakinya akan membesar kalau kepanasan,aku pun menunggu beberapa saat agar kakinya pas mengenakan sandal itu.Lama sudah kutunggu tapi tetap tak pas juga,hingga akhirnya tantenya keluar dan mencoba sandal itu.Musibah itu pun datang,karena ternyata sandalnya pas di kaki tantenya....Oh my ghost bagaimana bisa?Dia pun menjelaskan "Ini memang sebenarnya milik tanteku aku hanya meminjamnya saja,tapi karena kelonggaran aku sengaja meninggalkannya waktu itu,nggak tau kenapa tinggal sebelah aja sekarang"Katanya...si tante lalu menyambung "Ini ni sandalku,kamu sih minjem-minjem malah diilangin,untung aja ada nak ganteng ini yang ngembaliinnya"....Kata-kata pujian yang sebenarnya tak ingin kedengar dari tante tua itu.Sialnya perempuan itu malah kemudian mengingatkan perkataanku tadi "Oh,iya tan.Dia ini lagi cari siapa pemilik sandal ini,bagi yang kakinya pas maka akan dinikahinya,gitu katanya.Oh,iya kamu cowok,tanteku ini juga janda jadi pas banget sekarang tinggal nyari tanggal"....Si tante dengan antusias mengiyakannya,tak berfikir dua kali lagi,aku sebenarnya nggak,tante itu bahkan lebih tua dari ibuku tapi aku juga udah terlanjur janji untuk menikahi si pemilik sandal.Di saat seperti ini si pak ustadz malah nggak ada,siapa tau dia bisa ngeruqyah aku sekarang.Tiba-tiba pak ustadz muncul,muncul dari dalam rumah itu,aku ya pastinya kaget kemudian bertanya "Lhoh,pak ustadz kenapa muncul dari rumah ini?"Tanyaku...."Lhoh,kamu ni gimana,ini kan rumah pacarku,ada apa sih sayang?"Kata pak ustadz...."oh jadi ayang kenal sama cowok ini,Ini lho yang,cowok ini mau nikahin tante"Kata perempuan itu....Betapa hancurnya hatiku,ternyata dia adalah ceweknya pak ustadz,ini benar-benar seperti mimpiku waktu itu bahwa aku dibunuh oleh perempuan ini.Bukannya dapat cinderella seperti di cerita-cerita,aku malah dapat nenek sihir yang meracuni cinderella.Nasib seorang pencari sandal,karena sejujurnya aku juga lah yang telah mengambil sandal-sandal di masjid termasuk punya pak ustadz akhirnya dihukum juga oleh sandal.

0 komentar: