Para Pencari Sandal

22.45 0 Comments

     Aku berdansa dengan seorang putri,diiringi lagu yang romantis.Semua orang tampak memandangi kami berdua,seolah kami pasangan paling serasi di dunia,walaupun tampak juga di seberang sana  ada  3  orang yang marah dengan kemesraan kami.Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 12 malam,aku masih asyik berdansa dengan putri tersebut,tapi tidak dengan putri itu,dia tampak gelisah hingga kemudian melarikan diri dari pesta.Ketika sampai di ujung pintu gerbang aku teriaki dia "Hai,mau kemana kau,putri cantik?"Tanyaku
..."Maaf pangeran,perutku sakit,tadi siang kebanyakan makan sambal"Jawab putri itu...........Saking terburu burunya sampai dia meninggalkan sandalnya,mungkin agar larinya lebih cepat.Aku tak  menyerah,aku  terus mengejarnya sampai ke tengah hutan,sayang sekali karena sudah tengah malam,aku kehilangan jejaknya.Tak ada pilihan lain,aku harus kembali  ke  istana.Di  tengah  perjalanan aku  disergap  beberapa  orang,mereka semua menyergapku,aku melawan dengan sekuat tenagaku tapi sepertinya tak berguna karena aku akhirnya kalah.Salah seorang dari mereka melemparkan aku  ke  sungai,benar-benar  akhir  yang  tragis.Ketika  aku sudah  dilempar  ke  jurang,aku  sempat  melihat   penampakan   wajah   pembunuh   itu,kaget   ku   bukan main,ternyata itu adalah  wajah  sang  putri.Aku  jatuh  ke  jurang  yang  dibawahnya  adalah  sungai  deras.. ... "Byuuuurrrrrrr,Bangun,udah  mau  imsak"Teriak  seseorang......Ternyata  dia  adalah  ibuku  yang  sedang membangunkan sahur dan ternyata tadi cuma mimpi lagi,mimpi jadi seorang  pangeran.Aku  sebenarnya  tak berniat sahur,tujuannya agar ada alasan untuk tidak berpuasa hari ini.Bukan karena aku  kuat  menahan lapar dan haus,aku kadang suka tidak tega melewatkan paha mulus yang lewat di depan mataku.Mungkin karena waktu kecil aku suka paha ayam,sama seperti upin ipin,waktu kecil suka paha ayam pasti kalau sudah besar mereka suka paha cewek.Walau sudah bangun dari tadi aku hanya bengong melihat makanan di meja karena sebenarnya   masih   mengantuk,tau   hal   itu   ibuku   lagi-lagi   ngomel..............nging   nging   nging   nging nging.....Yah,terpaksa  aku  makan  dalam  keadaan  mengantuk,sedikit  demi  sedikit,sesuap  demi  sesuap.
Lalu  ibuku  bertanya  bagaimana  masakannya,aku  pun  menjawab........"Makanan  apa  ini??apa??seperti sampah,teksturnya nggak jelas,berantakan,padahal sudah diberi  waktu  60  menit,apa  kamu  pikir  dengan masakan seperti ini kamu bisa jadi juara master chef?"Kataku meniru seolah menjadi chef junet....Mendengar hal itu,panci,wajan,piring,dll melayang  ke  arahku.Aku  pun  minta  maaf  pada  ibuku,dan  suasana  kembali kondusif setelahnya.Huffff,aku hanya terbawa suasana,tapi sejujurnya  tak  ada  maksud  menghina  masakan ibuku.Ibuku lalu curhat kalau dia sebenarnya ingin segera  punya  mantu,agar  ada  yang  mengurusku.Ya,aku mau  sih  tapi  dengan  kondisi  yang  seperti  ini  rasanya  sulit,belum   ada   perempuan   yang   benar-benar menggetarkan   hatiku,dan   juga   aku   belum   punya   modal   untuk   jadi   kepala   keluarga,pekerjaanku serabutan,juga belum bisa menjadi imam yang baik.Tapi,aku iyakan saja lah permintaan ibuku tadi,siapa tau ada putri kaya raya yang bosan memiliki kekasih  yang  ganteng,kemudian  pengen  merasakan  punya  suami pas-pasan.


    Hari ini puasa terlewati dengan baik,tak ada halangan berarti saat  aku  bekerja  di  pasar  tadi.Segelas  es buah  jadi  pelipur  rasa  dahaga  selama  sekitar  14  jam.Jam  sudah  hampir   menunjukkan   waktu   sholat isya,tandanya aku harus bergegas ke  masjid  untuk  mengikuti  sholat  tarawih  disana.Di  pertengahan  bulan seperti sekarang memang tak seramai waktu awal bulan puasa,yang paling  rajin  mungkin  hanya  anak-anak sekolah yang ingin minta tanda tangan di masjid saja,sedangkan yang lain  mungkin  sudah  jarang  kesini  lagi karena sudah tidak ada alas kaki yang bisa mereka pakai karena hilang terus,atau mungkin juga  yang  punya sandal bagus jarang masuk yang jadi kolektor sandal pun juga jadi  jarang   masuk,atau   bisa   juga   mereka sudah kekenyangan daging unta yang mereka dapat  sewaktu  berada  di  barisan  paling  depan  pada  awal bulan.Entahlah,yang  pasti  aku   tetap   rajin   ke   masjid   untuk  menghindari  konflik  dengan  ibuku   yang  terus mengomel setiap  aku  meninggalkan  kewajiban  dalam  agama.Terlalu  banyak  melamun  di  jalan  tak sengaja  aku menabrak  seorang   perempuan.Wow,tak   dinyana-nyana   wajahnya   mengingatkanku   pada sesuatu,tapi  apa  itu,aku  terus  saling  berpandangan  dengannya  saat  kami  sama-sama  terjatuh.Matanya indah,wajahnya    seperti    boneka,ditambah    kerudung    biru    yang    menutupi    auratnya,benar-benar cantik,seperti,oh seperti putri  yang  hadir  dalam  mimpiku.Ya,wajahnya  benar-benar  mirip  dengannya,tapi dengan segera dia bangun dan meminta maaf,walaupun tampak terburu-buru tapi setidaknya ada senyum di wajahnya saat dia pergi tadi.Aku jadi ngarep abis.Di dalam masjid,kami tentu tak bersebelahan jadi tak bisa kenalan dan sebagainya,hal itu yang justru  membuatku  penasaran.Sholatku  tidak  kusyuk,berkali-kali  aku curi-curi   pandang   mencari   dimana   dia   berada,tetap   saja   biarpun   jamaahnya   sedikit   sulit   untuk menemukannya.Disaat pulang pun aku tak menemukan keberadaannya.Di saat sudah berputus asa,ada pak ustadz lewat.Aku menanyainya apakah melihat seorang perempuan dengan ciri-ciri tadi,tapi pak ustadz  tak tau.Sampai akhirnya pak ustadz kebingungan mencari sandalnya,aku yang basa-basi pura-pura ikut mencari tiba-tiba menemukan sebuah sandal sebelah kanan saja  yang  setelah  aku  ingat-ingat  adalah  sandal  milik perempuan   tadi,memang   jodoh   tak   bakal  kemana.Tadi  memang   waktu  aku  jatuh,tak  sengaja   aku  melihat sandalnya,dengan modal sandal ini  aku  berharap  bisa  menemukan  perempuan  itu  dan  memenuhi keinginan ibuku.Saat aku  senang,ternyata pak   ustadz  masih   kebingungan   mencari   sandalnya,aku   pun  bertanya padanya....."Maaf,pak  ustadz  belum  ketemu  sandalnya?"...."belum,nak.Padahal  sandal  itu  udah dilengkapi  dengan   password  protector  yang  udah diuji  tingkat  kerumitannya,tapi  masih  tetep  aja  bisa dicuri"Jawab   pak   ustadz....."Oh,mungkin  aja   pak,jaman   sekarang   kan   banyak  hacker,pak.Mungkin  mereka  dah  bosen  ngehack  di  komputer"Kataku...."Ya  juga  ya,nak.Padahal  itu  alat  pelindung  sandal harganya Rp 4.999.999,masih aja bisa dihack,ya udah besok tak beli lagi di warung,paling sandalnya cuma 10 ribu"Kata pak ustadz.........Ebuset,alat  pelindung  ama  sandalnya  jauh  amat  harganya,mending  tu  duit
yang dipake beli pelindung dibeliin  sandal  sejenis  yang  banyak.Setelah  itu  kami  berdua  bergegas  pulang bersama,di jalan kami saling berbincang mengenai berbagai  hal  dan  yang  paling  utama  tentu  saja  tentang agama.Ketika kami berpisah jalan,pak ustadz itu mengatakan kepadaku  untuk  tak  segan  bertanya  apabila
ada hal yang ingin ditanyakan.Begitulah sampai aku tidur di rumah dengan memeluk sandal itu.


     Esok paginya aku langsung bergegas untuk bekerja di pasar,tapi pada hari itu pikiranku benar-benar kacau.Tak henti-hentinya aku memikirkan perempuan itu,sepertinya aku benar-benar jatuh cinta,aku ingin langsung  menikahinya  dan   membahagiakan   ibuku.Namun   aku   juga   sadar   ada   tantangan   berat menghadangku,seperti yang aku ungkapkan tadi,bukan hanya belum punya pekerjaan tetap,aku juga  belum bisa jadi imam yang baik.Sampai kemudian aku teringat kata-kata pak ustadz kemarin untuk belajar kepada beliau jika aku ingin.Kemudian setelah selesai bekerja aku menghadap pak ustadz  di  masjid,beliau  tampak sedang bermain HP.Aku pun langsung menyalami beliau dan mengutarakan  keinginanku  itu.Karena  banyak yang ingin aku tanyakan  maka  aku  bingung  untuk  memulai  dari  mana,aku  mulai  dari  sini  aja  lah  "Pak ustadz.Tadi saya melihat di depan sana tetap ada warung yang tetap jualan padahal ini  bulan  puasa,lalu  juga diskotik  seberang  juga   sepertinya   masih   buka   walaupun   sembunyi-sembunyi,menurut   pak   ustadz bagaimana?bukankah  mereka  seharusnya  tutup  dan  menghormati  kita  yang  sedang   berpuasa ya?".....Panjang lebar aku bertanya,tapi pak ustadz masih sibuk dengan HPnya,aku seperti  cuma  nyamuk  yang  sedang mengganggunya.Karena penasaran,kucoba untuk mengintip apa yang dilakukannya,betapa kagetnya akulalu berkata "Lhoh,pak ustadz kok buka kaya gitu di bulan puasa,bukannya bisa bikin batal puasa itu?"Tanyaku....Pak ustadz tampak juga kaget karena ulahku tadi,tapi kemudian coba untuk rileks dan menjawab "Ini adalah sebuah bentuk tantangan,tantangan dalam berpuasa,kamu mungkin bingung dengan apa yang aku maksud.Jadi begini,aku buka gambar HyunA karena aku ingin menguji sampai dimana aku  mampu menahan hawa nafsuku,sama seperti yang kau tanyakan di awal tadi kenapa ada warung dan diskotik buka di bulan puasa,itulah tantangan untuk menguji ketahanan kita terhadap hawa nafsu.Kalo nggak ada warung buka,nggak ada diskotik buka,setan-setan juga dikurung,lalu kita dapat tantangan darimana?Kalo hanya menahan haus dan lapar anak kecil juga kuat,tapi apa yang kita peroleh setelah puasa
kalau hanya menahan lapar dan haus?nothing,kita akan jadi pribadi yang sama saja,karena memang nggak ada tantangan di bulan puasa,coba kalau seperti aku tadi,melihat gambarnya DJ soda,kalau di bulan puasa aku tidak tergoda olehnya,maka nanti di bulan-bulan biasa aku nggak akan tergoda oleh sesuatu yang seperti itu,sudah hal biasa.Karena kita sudah terlatih,beda dengan orang yang di bulan puasa tidak ada tantangannya,mereka akan kembali lagi menjadi seperti semula setelah bulan puasa,mereka hanya berbuat baik di bulan puasa saja,karena tujuan mereka hanya ingin menghapus dosa dan mendapat pahala,bukan untuk merubah diri menjadi lebih baik setelah bulan puasa"....Aku masih bingung dengan jawabannya,hingga aku mohon untuk memperjelasnya "Mohon maaf,pak ustadz.Bisa tolong dijelaskan yang lebih mudah dipahami lagi!"....."Jadi kamu masih belum paham ya,baiklah,perumpamaannya begini,kalau kamu ikut turnamen sepak bola,kamu lebih puas juara dengan mengalahkan tim seperti chelsea,bayern muenchen,barcelona,real madrid atau sama timnya si madun?atau kalau masih belum paham begini,kamu lebih puas menyelesaikan game dengan usahamu sendiri atau dengan pake cheat?Itulah puasa menurutku,ini sudah tingkatan hokage,yang masih genin sepertimu ya wajar belum mengerti"Jawab pak ustadz......Kemudian aku bertanya pertanyaan lain "pak ustadz,gimana caranya supaya kita masuk surga,katanya susah ya,tad?"...Pak ustadz pun menjawab "Nggak begitu susah,jaman semakin maju,kalau dulu kita perlu menjalankan semua perintah Allah SWT dan tidak melakukan larangannya,sekarang kita cuma perlu like dan katakan amin di gambar yang diupload di FB maka kita bisa masuk surga"Jawab pak ustadz yang membingungkan Daripada aku semakin bingung,lebih baik aku mengiyakan saja kata-katanya.Kami pun jadi saling enjoy ngobrol satu sama lain,banyak hal-hal baru yang aku ketahui dari sudut pandang beliau.Di akhir perjumpaan,aku pun memberanikan diri menceritakan mimpiku kemudian menanyakan arti mimpi dan keterkaitannya dengan hal yang kualami tadi malam,pak ustadz pun menjawab "Kalo masalah tafsir mimpi,jujur saja aku masih amatiran,aku juga sering mimpi-mimpi aneh,tapi nyatanya ketika aku cocokin di buku mimpi dan beli kupon,nyatanya sampe sekarang aku belum dapet yang 4 angka langsung,ups(Pak ustadz keceplosan sering main togel)"....Mendengar jawabannya aku belum membuatku puas sebenarnya,tapi pak ustadz menyuruhku untuk mencari siapa pemilik sandal itu,dan beliau tak keberatan untuk ikut mendampingiku dalam perjalanan mencari pemilik sandal yang tinggal sebelah ini sekaligus mengajariku tentang agama dalam perjalanan.Aku sangat antusias dengan hal itu,ini artinya jalanku
semakin terbuka lebar untuk mendapatkan putri cantik pemilik sandal ini.


    Hari telah berganti,dan sudah tiba waktunya bagiku memulai perjalanan suci mencari mantu untuk ibuku,yang juga merupakan pemilik sandal yang cuma sebelah ini.Dengan Bismillah,aku mengawali langkah kakiku dari rumah,berpamitan dengan ibuku lalu kemudian bergegas menuju rumah pak ustadz dimana beliau juga sudah menunggu kedatanganku untuk menemaniku mencari pemilik sandal ini.Aku sangat bersemangat hari itu,rasanya seperti akan mengantri tiket gratis menonton konser ayu ting-ting.Dalam perjalanan kami menumpang mobil yang lewat,karena aku tak punya banyak uang.Diselingi dengan kadang dengan berjalan kaki,yang sebenarnya aku kasian dengan pak ustadz yang sudah berumur untuk jalan sejauh ini,aku takut membatalkan puasanya nanti.Di tengah perjalanan aku pun menyuruh pak ustadz untuk beristirahat agar beliau yang sudah agak berumur punya tenaga lagi "Pak ustadz,sebaiknya kita istirahat dulu,saya kasian sama bapak nanti kecape'an"...Lalu pak ustadz menjawab dengan santai "Siapa yang capek?Aku masih kuat,berapa kilo lagi juga sanggup,yang capek sebenernya aku apa kamu?kok keringet ampe segitunya?"....Setelah dilihat-lihat memang aku yang sebenarnya kelelahan,akhirnya kami istirahat dulu.Menurut info yang telah aku dapatkan dari orang sekitar masjid memang pemilik sandal ini bukanlah orang di desaku,dia dari desa seberang yang waktu itu sedang berkunjung ke rumah kerabatnya,aku hanya tinggal mencari lokasi rumahnya yang pasti setelah desa yang dimaksud telah kuinjak.Setelah istirahat sebentar kami berdua melanjutkan perjalanan,beberapa kali aku mencoba bertanya pada orang sekitar mengenai ciri-ciri yang kuketahui tentangnya,tapi karena ciri-cirinya kurang spesifik serta tidak ada fotonya,terpaksa kegagalan yang aku dapatkan.Tak ada yang tau siapa orang yang kumaksud.Pak ustadz yang nampak sudah mulai keletihan,kusuruh untuk istirahat sejenak di sebuah tempat duduk di taman sementara aku masih melanjutkan pencarian sampai kutemui satu orang yang kupikir tau,karena dia adalah pedagang yang sering keliling desa,sehingga kemungkinan besar ia hafal orang-orang di desa itu "Permisi,buk,saya sampurna(akhirnya setelah paragraph ke-4 namanya terungkap,mungkin ini berkah ramadhan)!"...."Ya,saya bu Dora,ada yang bisa saya bantu?"Jawab orang itu....Aku pun lalu menjelaskan ciri-ciri orang yang kumaksud kepada bu Dora tadi,setelah panjang lebar ibu Dora pun menjawab "Apakah kalian melihat orang itu?Tidak?tidaaakkkkkkkk".....Aku bingung dengan jawabannya,lalu aku berfikir untuk
menunjukkan sandal milik perempuan itu,siapa tau bu Dora tau,dan dia pun kembali menjawab "Apakah kalian melihat sandal?Tidak?Tidakkkkk"....Lagi-lagi jawabannya itu,nyesel aku nanyanya,ternyata dia adalah bu Dora the explorer...Hmm,dengan wajah yang lelah karena usahaku tak membuahkan hasil dari tadi,aku menyusul pak ustadz ke taman,tapi belau sudah tak ada,kucari-cari hingga kutemukan beliau sedang di warung malah makan,aku pun heran sehingga mengajukan pertanyaan "Pak ustadz,memangnya nggak puasa,jam segini kok sudah makan?"...."Lhoh,temenku baru aja sms mengucapkan selamat berbuka puasa,ya aku ngikut aja,nanti kalau ditunda-tunda kan nggak baik"Jawab pak ustadz..."Buka gimana,ini
kan masih jam 4,pak.Memangnya temen pak ustadz dimana?"Tanyaku heran...."Dia lagi di papua,emank kenapa?"Tanya balik pak ustadz...."Yah,jelas aja udah buka,kan di papua udah jam 6 kita masih jam 4,beda waktu 2 jam"Kataku...."Astaghfirullah,baru teringat aku"Kata pak ustadz...."Ya trus kenapa makannya dilanjutin,pak?"Tanyaku lagi dengan sedikit geram...."Ya,kan kalau lupa nggak apa-apa,selain itu kalau makanan nggak dihabiskan itu mubadzir dan dosa namanya"Jawab pak ustadz....Terserah pak ustadz aja lah,yang pasti usaha hari ini tak membuahkan hasil.Pencarian ini benar-benar tak semudah yang aku kira,tapi yang namanya ingin mendapatkan sesuatu yang besar harus didahului dengan usaha yang besar pula.Bedug maghrib berkumandang di hari itu,tandanya waktu berbuka telah tiba.Aku pun mengajak pak ustadz untuk makan di warung,dengan uang pas-pasan aku memutuskan untuk mengajak makan di warung bubur.Sesampainya disana ternyata warungnya tutup,dan aku pun bertanya kepada orang di sebelahnya "Buk,ini kenapa ya warung buburnya tutup?"Tanyaku..."Wah,itu udah lama dik,semenjak tukang buburnya naik haji sampai sekarnag masih belum buka"Jawab Ibuk ibuk itu..."Tapi kan ini sudah bukan waktunya naik haji,masak belum pulang juga buk?"Tanyaku lagi...."Ya sih dik,mereka sebenernya mau pulang,tapi karena ratingnya bagus jadinya mereka sekarang stripping tiap hari"Jawab ibu itu...Hmm,ya udah deh kalau begitu,aku cariyang lain saja,oh aku teringat di desa ini katanya ada pecel yang rasanya enak,udah enak murah lagi.Tapi ketika aku sampai disana lagi-lagi tutup,aku tanyakan pada pedagang di sebelahnya "Pak,kenapa ya warung pecelnya kok tutup?"...."Oh,itu.Sekarang dia dah jadi artis,dik.Karena wajahnya cantik makanya sering masuk tv"Kata bapak itu...."Lalu warung jamu sebelahnya juga tutup ya,pak?"Tanyaku lagi...."Oh,sama dik.Dia sekarang udah jadi anggota jkt 10000,dia mirip membernya makanya dia juga ikut gabung sekarang,bapak juga ngefans ma dia sekarang"Jawab bapak itu...njir,ini bapak udah tua aja ngidol segala.Pusing cari makanan murah sana sini nggak dapet,kebetulan sekali masjid sebelah ternyata sedang mengadakan buka bersama gratis,aku dan pak ustadz ikut membantu menghabiskan makanan.Setelah itu kami tarawih dan tidur disitu.Pencarian hari pertama pun ditutup dengan hasil nihil.


    Paginya kami kesiangan hingga tak sahur,kami mungkin akan kelaparan di perjalanan.Tapi aku tak akan mundur oleh hanya karena itu,pak ustadz juga mendukungku,kami pun melanjutkan perjalanan kami.Setelah berkeliling akhirnya ada titik terang tentang pemilik sandal itu,ada seorang warga yang mengetahui ciri-ciri orang yang kusebutkan dan tampaknya tau siapa pemilik sandal itu.Berkeliling menurut arahan seorang warga tadi kami menemukan 1 rumah yang tampak sederhana,mungkin dia akan cocok juga denganku.Sama-sama bukan orang kaya,aku pun mengetuk pintu dan betapa kagetnya diriku mengetahui ternyata dia putri cantik itu.....Aku tak bisa berkata apa-apa,pak ustadz malah menghilang dalam kondisi seperti ini.Dia pun menyapa duluan "Hai,kamu?"Sapanya...Aku pun menjawab "Aaaaaaku,yang waktu itu tabrakan ma kamu di masjid kampung sebelah"...."Oh,iya kamu yang waktu itu,ada apa ya jauh-jauh kesini?"Tanyanya...."Sebenarnya aku menemukan ini(sandal) sewaktu pulang dari masjid saat itu,lalu aku mencari pemiliknya,satu persatu orang yang kutemui kusuruh untuk memakai sandal ini,ternyata tidak ada yang pas,padahal aku ingin menjadikan tuan putri pemilik sandal ini untuk menjadi pendamping hidupku"
Jawabku..."Lalu?"Dia bertanya lagi...."Lalu sekarang giliranmu untuk mencoba sandal ini,apakah pas atau tidak?"Jawabku....Dia pun mengiyakan permintaanku,sandal itu aku pakaikan pada kakinya walaupun hanya formalitas karena sudah pasti pas,ya iyalah ini miliknya.......Terpasang,,,,,eh,kok kelonggaran ya,bukannya ini miliknya?Kenapa nggak pas?apa waktu itu aku salah melihat sandalnya..."Udah nyobanya?"tanyanya kepadaku...Aku masih belum yakin,mungkin kakinya akan membesar kalau kepanasan,aku pun menunggu beberapa saat agar kakinya pas mengenakan sandal itu.Lama sudah kutunggu tapi tetap tak pas juga,hingga akhirnya tantenya keluar dan mencoba sandal itu.Musibah itu pun datang,karena ternyata sandalnya pas di kaki tantenya....Oh my ghost bagaimana bisa?Dia pun menjelaskan "Ini memang sebenarnya milik tanteku aku hanya meminjamnya saja,tapi karena kelonggaran aku sengaja meninggalkannya waktu itu,nggak tau kenapa tinggal sebelah aja sekarang"Katanya...si tante lalu menyambung "Ini ni sandalku,kamu sih minjem-minjem malah diilangin,untung aja ada nak ganteng ini yang ngembaliinnya"....Kata-kata pujian yang sebenarnya tak ingin kedengar dari tante tua itu.Sialnya perempuan itu malah kemudian mengingatkan perkataanku tadi "Oh,iya tan.Dia ini lagi cari siapa pemilik sandal ini,bagi yang kakinya pas maka akan dinikahinya,gitu katanya.Oh,iya kamu cowok,tanteku ini juga janda jadi pas banget sekarang tinggal nyari tanggal"....Si tante dengan antusias mengiyakannya,tak berfikir dua kali lagi,aku sebenarnya nggak,tante itu bahkan lebih tua dari ibuku tapi aku juga udah terlanjur janji untuk menikahi si pemilik sandal.Di saat seperti ini si pak ustadz malah nggak ada,siapa tau dia bisa ngeruqyah aku sekarang.Tiba-tiba pak ustadz muncul,muncul dari dalam rumah itu,aku ya pastinya kaget kemudian bertanya "Lhoh,pak ustadz kenapa muncul dari rumah ini?"Tanyaku...."Lhoh,kamu ni gimana,ini kan rumah pacarku,ada apa sih sayang?"Kata pak ustadz...."oh jadi ayang kenal sama cowok ini,Ini lho yang,cowok ini mau nikahin tante"Kata perempuan itu....Betapa hancurnya hatiku,ternyata dia adalah ceweknya pak ustadz,ini benar-benar seperti mimpiku waktu itu bahwa aku dibunuh oleh perempuan ini.Bukannya dapat cinderella seperti di cerita-cerita,aku malah dapat nenek sihir yang meracuni cinderella.Nasib seorang pencari sandal,karena sejujurnya aku juga lah yang telah mengambil sandal-sandal di masjid termasuk punya pak ustadz akhirnya dihukum juga oleh sandal.

0 komentar:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com